
MetropostNews.com | INDRAMAYU — Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda kembali menuai penolakan.
Kali ini, penolakan datang dari Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Indramayu. Ketua FPP, KH Azun Mauzun, menegaskan bahwa nama Jawa Barat bukan sekadar nama wilayah, tetapi sudah menjadi identitas yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan menjadi simbol persatuan masyarakat.
FPP menilai pergantian nama tidak boleh dilakukan secara sepihak tanpa kajian yang matang dan tanpa melibatkan aspirasi masyarakat luas.
Menurut FPP, pemerintah sebaiknya lebih fokus menyelesaikan persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat, seperti pendidikan, lapangan kerja, kesejahteraan warga, pelayanan kesehatan, hingga pemerataan pembangunan, daripada membahas perubahan nama provinsi.
Selain menyatakan penolakan, FPP juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan mengedepankan musyawarah dalam menyikapi isu yang berkaitan dengan identitas daerah
(Arrie tharina)

