
Metropostnews.com | LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten, menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) seiring potensi kemarau ekstrem yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Nining Tilawah, mengatakan masyarakat perlu membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah penyebaran penyakit menular di tengah kondisi cuaca tersebut.
“Kami berharap masyarakat membiasakan PHBS untuk mencegah berbagai penyakit menular menghadapi cuaca kemarau ekstrem ini,” kata Nining di Lebak, Selasa (28/4/2026).
Ia menjelaskan, kemarau ekstrem berpotensi meningkatkan risiko penyakit diare akibat berkurangnya ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut mendorong sebagian warga menggunakan sumber air yang tidak higienis.
Menurutnya, potensi penyebaran diare hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Lebak. Selain itu, masih ditemukan masyarakat yang belum memiliki akses sanitasi layak, sehingga praktik buang air besar (BAB) sembarangan masih terjadi.
“Kebiasaan tersebut dapat mempercepat penyebaran penyakit diare,” ujarnya.
Di sisi lain, kondisi kemarau juga berpotensi memicu kasus ISPA. Gejala yang umum muncul antara lain hidung tersumbat atau pilek, batuk kering tanpa dahak, demam ringan, sakit tenggorokan, sakit kepala ringan, hingga gangguan pernapasan.
Pemkab Lebak mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut, serta menjaga kebersihan lingkungan dan konsumsi air yang layak guna meminimalkan risiko penyakit selama musim kemarau berlangsung. (Ajat)
