METROPOSTNews.com | Indramayu — Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa krasak blok Daliran Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu jadi polemik, banyak warga desa Krasak yang mempertanyakan proyek tersebut, karena dalam pengerjaan pembangunan yang tidak terpasang papan informasi juga tidak adanya mandor baik pelaksana ataupun pengawas dari dinas terkait.

Saat media menanyakan, beberapa warga sekitar yang ikut bekerja mengatakan, “kami juga tidak tahu seolah menutupi kami hanya bekerja aja, lantaran proyek pembangunan tembok penahan tebing tidak jelas sumber dananya dari mana, dan karena lokasi proyek jauh dari pemukiman warga jauh ditengah sawah” ujar warga.
Tim media bersama LSM menggali informasi terkait proyek TPT di desa Krasak tersebut selama tiga hari, sebab proyek tersebut dibangun tidak jelas, asal jadi dan tidak sesuai dengan speknya.
Akhirnya jelas juga siapa pemilik proyek TPT tersebut
Lantas kami mencoba menghubungi Kuwu desa Krasak, “oh iya mohon maaf baru balas itu yang dapat bantuan kelompok tani Sri Makmur V pak Hasim, katanya sih dari aspirasi lokasinya di blok Daliran paling ujung” ungkap kuwu.
Hasim Asari yang merupakan ketua kelompok tani Sri Makmur V sebagai penerima manfaat proyek TPT bantuan dari aspirasi di desa Krasak saat dihubungi via telepon tak pernah mengangkat dan selalu menolak panggilan. Ketika dicoba pesan teks pun tak pernah dibalas.
Ketua ormas GNPK-RI Indramayu, Karyanto/Elang saat metropostnews meminta tanggapan, ia menjelaskan “berarti ini jelas adanya permainan dalam pekerjaan, tidak melihat kualitas dan hanya keuntungan pribadi saja. Apalagi dalam sistem pengerjaan tidak dilandasi dengan spek yang kuat dan juga tidak terpasangnya papan informasi maka proyek tersebut lemah” jelasnya.
“Seharusnya pengawas dari dinas melakukan teguran jika ada aroma korupsi dalam pengerjaan jangan dibiarkan begitu saja. Turun kelapangan jangan hanya bisanya menerima laporan saja. GNPK-RI Indramayu berharap kepada pihak terkait bertindaklah yang tegas dan dikawal dari awal pengerjaan jangan nunggu sampai selesai pengerjaan baru dipantau” pungkasnya. (MT jahol)