
METROPOSTNews.com | Pertanian merupakan sektor yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia.
Sektor pertanian sebagai sumber penghasilan
bagi beberapa masyarakat, karena sebagian
besar kawasan Indonesia merupakan lahan
pertanian. Para petani biasanya menggunakan
tanah untuk media
Dalam mengembangkan hasil
pertaniannya. Hal tersebut sudah menjadi hal
biasa dikalangan dunia pertanian. Melihat
banyaknya lahan yang tidak dipakai oleh
masyarakat untuk lahan pertanian, maka
saat ini ada cara lain untuk memanfaatkan
lahan sempit sebagai usaha untuk
mengembangkan hasil pertanian, yaitu
dengan cara bercocok tanam secara
hidroponik.
Hidroponik adalah lahan budidaya
pertanian tanpa menggunakan media tanah,
sehingga hidroponik merupakan aktivitas
pertanian yang dijalankan dengan
menggunakan air sebagai medium untuk
menggantikan tanah. Sehingga sistem
bercocok tanam secara hidroponik dapat
memanfaatkan lahan yang sempit.Pertanian
dengan menggunakan sistem hidroponik
memang tidak memerlukan lahan yang luas.
Seperti yang dilakukan oleh bapak Zulfahmi salah satu warga Gampong Paya Bujok Teungoh kecamatan Langsa Barat Kota Langsa, beliau melakukan penanaman sayuran dengan menggunakan metode hidroponik di halaman belakang rumah. Beliau merintis usaha penanaman hidroponik ini awalnya dikarenakan hobi bercocok tanam. Beliau merintis usaha ini sejak tahun 2021 bulan Mei, beliau merupakan pensiunan dari salah satu bank yang ada di kota Langsa. Beliau mempelajari ilmu tentang penanaman sayuran dengan metode hidroponik ini secara otodidak melalui YouTube dan google.
Ada beberapa jenis sayuran yang di tanam oleh pak Zulfahmi diantaranya anggur, sawi mie, pakcoy, kangkung, bayam, selada, dan tomat. Prosen penanaman nya pun berbeda-beda. Dari hasil observasi yang kami lakukan dengan pak Zulfahmi sebagai berikut:
Pak Zulfahmi menanam 15 jenis bibit anggur, proses penanaman yang dilakukan oleh pak Zulfahmi adalah menjalarkan tanaman nya di atas atap yang sudah di buat khusus, anggur berbuah pada usia 7 bulan dan bisa di panen 3 bulan setelahnya, hal ini hanya berlaku pada tahun pertama pemanenan. Tanaman anggur tidak bisa terlalu banyak di tumbuhi oleh daun anggur karena hal itu bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan buah. Oleh karena itu yang dilakukan oleh pak Zulfahmi adalah memangkas daun anggur yang terlalu banyak.
Untuk sayuran, pak Zulfahmi menggunakan alat berupa darkpot (sejenis busa) yang digunakan untuk menanam benih sayuran.
Benih-benih sayuran itu di letakkan diatas darkpot yang sudah dibasahi oleh air. Setelah itu benih-benih sayuran harus di semai di tempat yang gelap. Setelah itu dipindahkan di net pot, setelah benih berumur 1 Minggu baru dipindahkan ke net pot dan sudah bisa dikenakan oleh cahaya matahari. Kemudian setelah tumbuh kecambah, barulah langsung dipindahkan ke pipa paralon yang sudah di desain khusus untuk netpot.
“Proses pemanenan sayuran pun berbeda-beda, pada kangkung bisa di panen sekita 15-20 hari, bayam 20-25 hari, pakcoy 1 bulan, sawi mie 1 bulan, dan untuk selada sekitar 45 hari”. Ungkap Zulfahmi
Kesulitan yang dihadapi oleh pak Zulfahmi dalam proses penanaman dengan menggunakan hidroponik hanya terletak pada jenis benih yang di tanam. Benih yang biasa di pakai oleh pak Zulfahmi adalah NDS.
Omset kotor yang dihasilkan oleh pak Zulfahmi sekitar 5.000.000
Pak Zulfahmi menjual hasil panen nya dengan media online dan offline. Adapun media online nya dengan menggunakan Instagram @7farmhidroponics. Banyak orang yang sudah mengunjungi rumah pak Zulfahmi untuk belajar cara menanam sayuran dengan menggunakan hidroponik baik itu dari kalangan SD-SMA.
Dari hobi yang ditekuni bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Oleh karena itu menanam tidak hanya bisa dengan metode tanah tapi bisa dengan metode air.
Team penulis:
1. Syahri Ramayani (1012019042), FTIK IAIN LANGSA, PRODI PAI, MAHASISWA KKN 2022
2. Shabrina (1012019065), FTIK IAIN LANGSA, PRODI PAI, MAHASISWA KKN 2022

