
METROPOSTNews.com | Indramayu – Para pedagang kaki lima (PKL) di pasar Jatibarang menggelar barang dagangannya di ruas jalan raya mayor Dasuki di pertigaan Jatibarang Indramayu pada minggu dan rabu pagi hari. Para pedagang terus mengejar keuntungan menjelang hari raya idul Fitri, pengguna jalan sangat resah, kawatir dan was – was takut terjadi yang tidak di inginkan, dan kegiatan PKL ini seakan ada pembiaran oleh instansi terkait, minggu (17/04/2022).
Dalim seorang pengendara roda empat mengatakan, keberadaan para PKL di Jalan raya mayor Dasuki sangat menganggu. Pasalnya, PKL membuka lapak hingga menghabiskan setengah ruas jalan sehingga menjadi sempit, apa lagi trotoar yang di anggap sudah lazim untuk kegiatan berjualan.
“Kalau tata kelola pasar tumpah ini di koordinir dengan baik cara penempatannya ngga mungkin akan semacet seperti ini,” terangnya.
Sedangkan Tarmi, pedagang PKL mengatakan, dirinya telah lama berjualan di pinggir jalan. Selain ramai dan dekat dengan para pembeli, ia juga tidak perlu membayar uang lapak. Hanya uang kebersihan. Masalah kemacetan bagi pengguna roda dua dan empat sudah ada yang ngatur untuk kelancarannya.
“Kalau semuanya pindah jualan di dalam pasar, nggak apa-apa. Tapi kalau nanti kami pindah, yang jualan di jalan juga masih banyak, rugi kami. Di sini keuntungannya lumayan daripada masuk ke dalam pasar,” pungkasnya.
(T RAGIL)

