
METROPOSTNews.com | Indramayu – Kab. Indramayu sebuah Kabupaten yang Berbatasan dengan subang dan Cirebon, memiliki garis pantai 114,1 KM. Juga memiliki keindahan dan ciri khas tersendiri di pantai utara, saking uniknya geografis pantai utara sehingga Banyak deretan Obyek wisata Pantai yang berjejer.
Salah satunya adalah Obyek wisata Pantai Balongan indah, desa Balongan Kec.Balongan Kab.Indramayu, dan menamakan obyek wisata dengan nama Bali (Balongan Indah), sepertinya sudah menjadi tujuan utama dalam mengisi libur lebaran 2022, hal ini terlihat dari kepadatan pengunjung dari hari lebaran sampai H+3 dalam pantauan Awak Media Metropostnews.com terjadi penumpukan pengunjung wisatawan dari berbagai daerah.
Akso sanjoyo akrab di panggil Akso, selaku ketua pengelola pantai Bali ketika ditemui awak media Mertropostnews.com mengatakan, di H+3 ini pengunjung masih memadati pantai Bali, semenjak Hari lebaran sampai hari ini di setiap harinya pengunjung yang masuk obyek mencapai 900an, biasanya kepadatan pengunjung sampai H+7, tentunya pencapaian ini bukan tanpa adanya persiapan.
“kami selaku ketua pengelola sudah memprediksi bakal adanya peningkatan yang signifikan, hal ini di karenakan selama 2 tahun kebelakang negri ini di landa covid, akan tetapi sekalipun wisata kami terdampak, kegiatan sosial tetap kami laksanakan, dengan cara memberikan bantuan kepada organisasi organisasi di desa balongan, juga memberikan santunan setiap bulan kepada seluruh guru guru madrasah di desa balongan, tidak lupa juga kami selalu bersedekah secara rutin di setiap bulan romadon,” ungkap Akso.
Selanjutnya Akso menyampaikan keluhanya terkait minimnya perhatian dari pemerintah daerah terlebih dinas Pariwisata.
“karena Bali adalah salah satu Obyek wisata yang paling diminati di indramayu timur, namun Dinas terkait baru memberikan sentuhan sentuhan kecil di obyek wisata kami, selebihnya kami lakukan secara kemandirian, sedangkan dengan kepariwisataan dampak nilai pemberdayaan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat bisa meningkat dari berbagai sisi,” papar Akso
(B.ay)


