
MetropostNews.com | INDRAMAYU – Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, melakukan kunjungan kerja ke Kilang Pertamina Balongan di Indramayu pada Jumat (5/6/2026).
Kunjungan strategis ini bertujuan untuk memastikan seluruh operasional kilang berjalan secara optimal dan andal dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Dalam peninjauan tersebut, Oki memantau langsung Unit Residue Catalytic Cracking (RCC), yang merupakan jantung produksi sekaligus penghasil margin terbesar di Kilang Balongan karena mampu menyulap residu minyak mentah bernilai rendah menjadi produk bernilai jual tinggi seperti petrokimia, LPG, hingga Pertamax Turbo.
Di hadapan tim manajemen Kilang Balongan serta jajaran manajemen Pertamina EP Zona 5 dan 7, dan ONWJ, Oki Muraza menekankan pentingnya menjaga sinergi antar-unit bisnis di wilayah Indramayu.
Melalui semangat “One Pertamina”, ia menegaskan bahwa kolaborasi yang solid merupakan kunci utama untuk mengatasi berbagai tantangan bisnis di masa depan.
Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk selalu mengedepankan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) demi mencegah terjadinya kecelakaan kerja maupun pencemaran lingkungan.
Merespons arahan tersebut, Executive General Manager Refinery Unit Balongan, Yulianto Triwibowo, menjelaskan bahwa sinergi di wilayah Indramayu sudah berjalan kuat melalui forum komunikasi bernama ERUMORGASPOL.
Forum yang melibatkan sektor Eksplorasi, Refinery Unit, Marketing Operation Region, Pertamina Gas, hingga Polytama Propindo ini aktif mengasah kesiapsiagaan melalui simulasi gabungan (drill) dan saling berbagi wawasan terkait tata kelola keselamatan kerja (HSSE).
Tidak hanya internal, forum ini juga rutin bersilaturahmi dengan para pemangku kepentingan (stakeholder) di wilayah sekitar.
Terkait performa kilang, Yulianto memastikan bahwa saat ini Kilang Balongan berada dalam kondisi prima dan beroperasi secara normal.
Kilang yang menyuplai kebutuhan bahan bakar di wilayah ibu kota dan sekitarnya ini tercatat memiliki kapasitas pengolahan yang sangat besar, yakni mencapai 150 ribu barel per hari. Dengan operasional yang andal dan sinergi yang terus dipupuk, Pertamina optimistis dapat terus menyokong stabilitas energi tanah air dengan aman dan berkelanjutan.
(Tuti Ragil)

