
Metropostnews.com /Cianjur – Hingga hari ketiga pascagempa Cianjur berkekuatan M5,6, sebanyak 6 orang Kepala Taman Kanak-Kanak yang tergabung dalam Ikatan Kepala Taman Kanak-kanak (IKTK) Kabupaten Cianjur dan satu orang sopir belum diketahui nasibnya. Mereka diduga terkubur longsoran tanah di Cugenang Cianjur.
Seperti diberitakan berbagai media, keenam orang Kepala TK dan seorang sopir tersebut naik sebuah minibus pada Senin (21/11/2022) lalu untuk menghadiri sebuah acara bersama Bupati Cianjur Herman Suherman di kawasan Sarongge, Cugenang, Cianjur.
Dalam perjalanan menuju ke lokasi acara, mendadak terjadi gempa disusul tanah longsor di jalan raya Cugenang. Diduga mobil yang ditumpangi ketujuh orang tersebut, tertimbun dan hingga kini belum diketemukan.
Berdasarkan data yang diperoleh, keenam Kepala TK itu masing-masing;
1. Hj Yayah Rodiah, Kepala TK Bina Insani.
2. Yani Siti Rahmah, Kepala TK Al Azhar.
3. Lilis Nurhani, Kepala TK Kosgoro.
4. Tati Nurhayati, Kepala TK Al Ianah
5. Jubaedah, Kepala TK Perwari .
6. Yanti Mandasari Guru TK Insan Hasanah
7.Andika Sulaiman sopir kendaraan minibus milik TK Al Azhar.
Mereka rombongan para Kepala TK Cianjur itu naik minibus milik TK Al-Azhar berangkat menuju Sarongge Valey di Desa Ciputri, Kecamatan Cugenang, Kab. Cianjur. Acara yang akan dibuka Bupati Cianjur ini adalah kegiatan “Kreativitas PKBM” atas undangan Koswara, Kabid PLS Disdikpora Cianjur selaku penanggung jawab kegiatan.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pukul 13.00. Diduga rombongan ibu-ibu Kepala TK ini belum sampai ketempat tujuan karena gempa besar itu terjadi pukul 13.20 saat rombongan masih di perjalanan.
“Hingga saat ini istri saya dan rombongannya belum diketemukan,” kata Wawan Ridwan, suami Ny. Yayan Rodiah yang ikut mencari istrinya bersama tim relawan di Kp Sarongge Cugenang.
Menurut Wawan, dia sudah mencari nama korban di setiap tempat baik di posko-posko maupun di seluruh rumah sakit. Tetapi nama istrinya tidak terdaftar.
Wawan menduga istrinya dan anggota rombongannya termasuk mobilnya juga menghilang karena tertimbun longsoran tanah. **

