METROPOSTNews.com | Indramayu – Di desa krasak Kec. Jatibarang Kab. Indramayu, tersimpan banyak sekali naskah naskah kuno yang masih tersimpan dan terawat dengan baik. Ketika mengupas sebuah sejarah, maka tak lepas dari sebuah naskah sebagai panduan. Dimana di dalam naskah terdapat banyak sekali tulisan tulisan yang menceritakan sebuah babad (Asal Usul) Sebuah wilayah, ada juga yang menuliskan sebuah primbon, baik itu pengobatan maupun pertanian, juga banyak yang menuliskan sebuah mantra (Kidung jawa yang penuh akan makna).
Akan tetapi berbicara naskah kuno, tentunya juga berkaitan dengan huruf huruf kuno, dimana kita biasa mengenal dengan huruf jawa kuno, dan hanya beberapa orang saja yang bisa menerjemahkan aksara aksara tersebut.
Hal tersebut menjadi perhatian serius oleh Dinas Arsip dan perpustakaan daerah Indramayu, salah satu kegiatan yang dilaksanakan di Aula kantor Desa Krasak Kec. Jatibarang Kab.Indramayu (22/04/2022), yang di hadiri langsung oleh Kepala desa Krasak Khairul Isma Arif.
Menurut Isma, sangat jarang orang yang bisa membaca naskah kuno, karenanya ia sangat berterimakasih atas adanya komunitas pecinta Budaya seperti Sri Tanjung, dari sanggar Surya Pringga yang konsen menerjemahkan aksara-aksara kuno jawa.

“Saya juga berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat akan lebih sadar bahwa naskah naskah kuno itu adalah bagian dari sejarah, dan merupakan sebuah kekayaan budaya di Indramayu,” paparnya.
Dukungan juga dari Dinas Arsip Dan Perpustakaan, Boy Billy Prima Selaku kepala Bidang Perpustakaan. Ia mengatakan bahwa Kegiatan ini bermula dari diskusi kecil bersama rekan rekan penggiat budaya, dari diskusi tersebut ternyata banyak sekali potensi potensi sejarah di pelosok desa yang berkaitan dengan naskah naskah kuno. Ditambah lagi Indramayu punya komunitas sanggar yang konsen dalam alih aksara dan alih bahasa naskah kuni tersebut.
“Kami Bersama Sanggar Surya pringga dan di bantu teman-teman pecinta budaya yang lain mulailah membuat kegiatan Safari Literasi Pujangga Menyapa, dimana tujuan kami adalah mengedukasi masyarakat supaya bersama sama melestarikan juga cara memperlakukan naskah naskah tersebut. Jangan sampai naskah tersebut salah dalam penanganan dan akhirnya Rusak, dasar itulah yang mejadikan kami melakukan safari ke beberapa titik yang mempunyai naskah naskah kuno supaya kesadaran masyarakat dalam melestarikan dan merawat peninggalan peninggalan leluhur lebih kuat lagi,” paparnya.
(Hery)