
Metropostnews.com | Bener Meriah – Dengan telah lamanya dana desa yang berjumlah 300.000.000.Rupiah,di alokasikan oleh setiap 23 desa yang ada di kecamatan Pintu Rime Gayo,untuk pembangunan SPBU yang hingga kini pembangunanya tidak ada progres dalam pengerjaannya.
” Atas tidak adanya perkembangannya masyarakat kini bertanya tanya ada apa dengan pembangunan SPBU tersebut ujar salah satu tokoh masyarakat yang tidak ingin namanya di sebutkan”.Rabu:15/2/2023.
Yang di sayangkan kembali,perencanaan mengalokasikan anggaran tersebut Kepala desa atau reje kampung tanpa memusyawarahkan terlebih dahulu dengan masyarakat.
Secara tiba- tiba menyetorkan dana ada yang telah lunas ada yang masih separuh dari nilai yang telah di sepakati yaitu 300.000.000 rupiah perdesanya.
Sampai hingga hari ini pembangunan SPBU yang di gadang gadang akan menambah PAD Desa itu
masih mangkrak.sehingga jadi pertanyaan warga ada apa di balik ini semua,pantas di duga ada permainan atas anggaran 5 Miliar lebih, yang cukup besar itu notabennya adalah milik masyarakat.Pintu Rime Gayo khususnya.
Dengan mencuatnya hal ini di tengah tengah masyarakat ada beberapa spekulasi bahwa para pelaksana proyek itu kekurangan anggaran,yang telah melakukan lobi ke jakarta untuk mencari dana hibah dari prusahaan rokok.
Namun,jika benar adanya hal tersebut,menjdi pertanyaan besar maukah prusahaan besar menghibahkan dana miliaran rupiah hanya demi masyarakat Pintu Rime Gayo.
“Saat ini masyarakat Pintu Rime Gayo masih memberikan waktu,kepada Kepala Desa ( Reje kampung ) yang seharusnya lebih terdepan mempertanyakan ke pihak pelaksana yaitu BUNDESMA maupun ke CV PRG ENERGY.
selanjutnya ceritakan secara transparan ke warga desa masing masing.
Harapan masyarakat Ketua Forum Reje Kampung untuk benar benar mempersatukan seluruh Kepala Desa se kecamatan Pintu Rime Gayo.Bukan asal Ketua Forum ,yang senter terdengar masuk dalam struktur selaku penasehat yang menerima gaji 1.000.000,-rupiah perbulannya dari anggaran pembangunan SPBU itu.Paparnya”.
Jika dalam beberapa bulan ke depan pembangunan itu tidak ada perkembangan yang jelas,masyarakat Pintu Rime Gayo akan meminta anggaran tersebut di kembalikan ke Kas Desa masing masing.
“Yang kita harapkan jangan sampai masyarakat berunjuk rasa ke kantor BUNDESMA yang berada di Desa Belang Rakal itu.Tambahnya”.(*)

