
MetropostNews.com | INDRAMAYU – Di saat banyak orang mengeluhkan rupiah yang terus melemah, cerita berbeda justru datang dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, pada Selasa (2/6/2026).
Pelemahan rupiah terhadap mata uang asing membuat nilai gaji dan uang kiriman yang mereka terima di Indonesia ikut meningkat.
Salah satunya dirasakan Anah, PMI asal Desa Tinumpuk, Juntinyuat, yang bekerja di Hong Kong. Ia mengaku uang yang dikirim untuk keluarga kini bernilai lebih besar dibanding sebelumnya karena kurs dolar Hong Kong menguat terhadap rupiah.
Tak hanya itu, jika dulu penghasilannya setara sekitar Rp9 juta per bulan, kini bisa mencapai Rp11 juta. Kenaikan tersebut dimanfaatkannya untuk menambah tabungan dan memenuhi kebutuhan anaknya di kampung halaman.
Hal serupa juga dirasakan Dasniti, warga Cantigi. Uang kiriman dari anaknya yang bekerja di Singapura kini lebih besar saat dicairkan ke rupiah. Dana tersebut membantu kebutuhan rumah tangga hingga biaya pendidikan keluarga.
Indramayu sendiri merupakan salah satu daerah pengirim PMI terbesar di Indonesia. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari 21 ribu warga Indramayu berangkat bekerja ke luar negeri.
Meski pelemahan rupiah menjadi tantangan bagi banyak sektor, bagi sebagian PMI dan keluarganya, kondisi ini justru menjadi berkah tersendiri.
(Arrie Tharina)

