
Metropostnews.com | Banyuwangi – Lagi- lagi tindakan kekerasan dan tidak terpuji terjadi di SMPN 2 Kalipuro, Yang mana seorang oknum guru berinisial SKN di duga melakukan perbuatan yang tidak pantas dengan menampar wajah siswanya di lingkungan sekolah. Perbuatan tersebut di picu masalah sepele tentang kegiatan alat musik Hadrah. Yang mana siswanya berinisial RGL tidak bisa hadir untuk ikut dalam kegiatan alat musik Hadrah di luar lingkungan sekolah karena kecapekan.
Oknum guru SKN guru agama yang mengajar di SMPN 2 Kalipuro bermula ketika mengajak kepada RGL untuk mengikuti acara kesenian Hadrah yang malam itu dapat job tanggapan di suatu daerah, seperti biasanya RGL tidak menolak ajakan gurunya tersebut tapi malam itu dia menolak dengan alasan kecapekan, yang kami ketahui dari salah satu warga sebut saja YY nama di inisialkan job kesenian Hadrah milik oknum guru agama SMP negeri 2 Kalipuro itu sangat padat pantas saja RGL merasa capek,apalagi di lihat dari upah job tersebut tidak layak dan tak pantas hanya 15 ribu untuk nilai seorang pelaku kesenian,explorasi anak kami menyebutnya di usia yg seharusnya dia mengunakan waktuya di rumah dan belajar malah di paksa untuk bekerja.
Pagi harinya pada saat jam di sekolah RGL di panggil oknum guru berinisial SKN untuk datang ke ruangan,dan menanyakan kenapa malam itu dia tidak mau tampil di acara pentas kesenian hadrah,RGL menjawab capek pak,,tiba tiba saja tangan SKN sudah mendarat di muka RGL tidak cukup sampe di situ RG tidak di perbolehkan keluar ruangan sebelum orang tuanya datang , Berjam jam RGL menunggu orang tuanya datang jelas sudah pada hari itu RGL tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar di sekolah seperti murid murid lainya gara gara masalah dari luar sekolah yang seharusnya tidak di bawah bawah di lingkup sekolahan
Kami tim awak media bertemu langsung dengan pak JJ ayah dari RGL untuk mintah keterangan dan jawaban beliau saya sudah laporkan terkait penganiayaan anak saya ke pihak yg berwajib dan sekarang masih proses penyidikan,
Di tempat yang berbeda pada hari Jumat 17/03/2023 tim awak media juga mendatangi SMP Negeri 2 Kalipuro untuk klarifikasi terkait penganiayaan siswa sekolah tersebut informasih yg kami dapatkan dari resepsionis kepalah sekolah sedang tidak di tempat, kami juga menanyakan kapan bisa bertemu kepala sekolah petugas resepsionis tidak menjawab terkesan menutupi begitu tahu kita dari media.
Pada hari Sabtu 18 /03/2023 tim awak media mendatangi lagi sekolahan untuk bertemu dengan kepala sekolah, tetapi tidak bertemu lagi dengan alasan kepala sekolah lagi dinas di luar. Kemudian perwakilan dari sekolah Wakasek SMPN 2 Kalipuro Samuel menemui tim awak media menjelaskan bahwa kasusnya pak SKN sudah di laporkan ke Polresta Banyuwangi.
Solikin.
