METROPOST1.COM, Indramayu — Dunia pendidikan di Indramayu tercoreng dengan adanya pungli atau penahanan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP/PIP), Kepala Sekolah Yayasan SMP Baitush Sholih membantah dengan adanya penahanan atau menilap dana KIP siswanya yang berjumlah 6 siswa.
Saat metropost1.com sambangi di kantornya 09:30 wib Tgl 22/09/21 Apipudin S.Pd. sempat mengelak, “Mohon maaf saya kurang paham dan mengerti terkait pertanyaan anda masalah KIP/PIP, yang lebih jelas kalau masalah dana KIP yang sudah turun itu sudah langsung orang tua muridnya yang ambil sendiri ke bank kalau masalah nominal tidak tahu tanya langsung ke yang bersangkutan. Kalau pihak sekolah cuma hanya mengarahkan dan menginformasikan suruh mengumpulkan KK dan KTP itu aja, kalau masalah pencairan saya arahkan pada orang tua murid datang ke bank suruh ambil sendiri selebihnya saya tidak tahu” ujarnya.

Ditambahkan Apipudin, kalau masalah dana KIP tidak diberikan ke orang tua siswa itu tidak ada, pihak sekolah tidak pernah mengambil atau menahan juga menilap dana KIP, kalau ada orang tua wali murid ada yang bilang gitu suruh sini aja jangan buat gaduh dan juga sekolah ini kecil muridnya juga enggak banyak jadi tidak mungkin hal-hal yang negatif diterapkan.
Danto, dari pihak sekolah sempat memberikan jawaban ketika media menanyakan terkait pengumpulan kartu KIP, “emang bener pak saya yang mengumpulkan kartu KIP itu atas suruhan atau perintah kepala sekolah, kalau masalah dana KIP tidak diterima orang tua murid saya tidak tahu langsung tanyakan aja ke kepala sekolah” jelas Danto.
Sebelumnya metropost1.com menemui narasumber dari pihak orang tua murid jam 10:00 wib 09/20/21. Ibu (E) mengatakan, “Gini pak saya kan punya anak sekolah di Yayasan SMP Baitush Sholih dapat KIP katanya ada uangnya waktu pencairan pertama saya sebagai orang tua tidak dikasih tahu dapat atau enggaknya dana KIP tersebut karena pihak sekolah tidak menginformasikan ke kita atau ke orang tua siswa lainnya, nah makanya kemarin suruh mengumpulkan KK dan KTP lagi katanya mau pencairan dana KIP, kalau pihak sekolah pencairan dana KIP tidak dikasih tahu saya akan demo bersama orang tua siswa lain yang dapat KIP” tegasnya.
Menurut ibu E, seharusnya kepala sekolah atau pihak sekolah kasih kabar ke orang tua siswa kalau uang KIP dipegang pihak sekolah dan itu juga harus punya alasan untuk apa.
“Jangan diam aja, kalau pemberitahuan kumpulin KK KTP rame waktu pencairan sepi, uang kita 6 siswa buat apa enggak terang-terangan dan transparan pada kita sebagai orang tua murid, kalau perkataan kepala sekolah membantah menilap uang KIP saya dan orang tua siswa lain siap dipertanggung jawabkan” tegasnya. (MT jahol)