
METROPOSTNews.com | Lebak – Warga di tiga desa yaitu, Desa Bayah Timur, Desa Cimancak, Kecamatan Bayah dan Desa Cisuren, Kecamatan Panggarangan yang baru saja kehilangan jembatan utama karena diterjang banjir bandang kini bisa bernafas lega. Lantaran saat ini, mereka sudah bisa menggunakan sarana transportasi kedaruratan berupa empat unit perahu karet yang disediakan pemerintah.
Menurut Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik, keempat perahu karet tersebut kini bisa menjadi andalan warga untuk menjalankan aktifitas seperti biasanya secara bergantian. Lantaran, kapasitas perahu karet hanya cukup untuk empat sampai lima orang saja, namun begitu, keberadaan empat perahu karet tersebut sangat membantu guna bepergian keluar daerah.
“Warga sudah bisa menggunakan sarana transportasi darurat berupa perahu karet. Saat ini di sungai Cimadur tersedia empat perahu karet bagi ratusan warga yang ingin bepergian,” kata Rafik, kepada wartawan, Minggu (16/10/2022).
Kata Rafik, perahu karet bantuan dari BPBD Provinsi Banten itu rencananya digunakan warga sebelum disediakannya jembatan darurat oleh Pemprov. Lantaran, setelah kedatangan Pj Gubernur Banten, Almuktabar, Pemprov akan membuat jembatan darurat sementara, yang bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, sambil menunggu anggaran tahun depan untuk dibuatkan jembatan permanen.
“Kemarin pak Gubernur berencana akan menyediakan jembatan darurat, minimal jembatan itu bisa dilintasi kendaraan, sambil menunggu pembangunan jembatan permanen tahun depan,” ucap Rafik lagi.
Pada bagian lain, mantan Pemred Media Online tersebut menghimbau kepada warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Lantaran, meski saat ini sudah normal, bukan tidak mungkin banjir susulan akan terjadi, mengingat kondisi di hulu tidak bisa diprediksi.
“Saya tetap menghimbau kepada warga agar tetap waspada, bukan tak mungkin banjir susulan terjadi kembali. Terlebih jika di daerah hulu hujan lebat, tapi kita tidak mengharapkan hal itu,” tutur Rafik.
Firman Tarakanagara, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPTD PJJ) PUPR Banten membenarkan jika Gubernur Banten berencana membangun jembatan darurat, sampai dengan adanya perbaikan jembatan permanen yang dianggarkan pada tahun anggaran 2023.
“Iya kang, setelah pemasangan seling baja, pak Gubernur akan membuat jembatan darurat sementara,” kata Firman.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan warga secara bergantian menggunakan perahu karet untuk bepergian keluar daerah. Terlihat, empat perahu karet selalu tersedia di Sungai Cimadur guna melayani warga. (Ajat)

