
METROPOSTNews.com | LEBAK – Ratusan siswa Pelajar asal Desa Cimancak, Kecamatan Bayah,Kabupaten Lebak,Banten,harus menahan rasa takut, karna terpaksa harus menyebrangi sungai Cimadur dengan menaiki perahu darurat menuju sekolah mereka.
Hal ini karena Jembatan Cimadur Legon yang biasa mereka lalui putus akibat diterjang luapan sungai bencana banjir bandang 11 Oktober 2022 lalu .
Satu persatu,dengan hati hati siswa sekolah asal Desa Cimancak di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak Banten turun dari rakit setelah menyebrangi Sungai Cimadur untuk menuntut ilmu berangkat ke sekolah.
Sudah lebih dari satu minggu,menyebrang dengan menggunakan rakit karna terpaksa dilakukan para siswa untuk menuju ke sekolah, sebab Jembatan Cimadur Legon yang biasa mereka lalui putus akibat di terjang banjir.
Menyebrangi sungai dengan rakit kayu alakadarnya bukannya tanpa resiko,tapi mereka terpaksa lakukan hal itu sebab jembatan penghubung yang menjadi akses penghubung antara Desa Cimancak dengan Desa Bayah timur terputus,Salah seorang siswa mengatakan dirinya takut naik rakit, bahkan terkadang ia terpaksa tidak sekolah karena air meluap dan waktu itu belum ada rakit.
Menurut RW Desa Cimancak, kecamatan Bayah,Ending, ini akses terdekat dari Cimancak ke kampung Sukajaya Desa Bayah Timur, Jalan alternatif lain melewati desa Suwakan jaraknya jauh dan memakan waktu tempuh yang sangat lama.
“Kalau melewati jalan lain maka mereka harus memutar, kurang lebih jaraknya 10 kilometer melewati Kampung Suwakan ,” kata Ending,RW desa Cimancak,Kecamatan Bayah, Lebak, Banten Sabtu (22/10/2022).
Sangat mengkhawatirkan kata Ending, para pelajar yang masih kecil harus berdiri, duduk di atas rakit yang sedang bergerak menyeberangi sungai tanpa perlengkapan pengaman. Mereka diwaktu tertentu harus antri naik ke atas rakit satu persatu bersamaan dengan warga lainnya dan ada yang harus naik di atas rakit yang sama dengan kendaraan motor juga barang-barang bawaan warga lainnya.
Dirinya berharap sebelum pemasangan jembatan darurat dan harus menggunakan rakit kayu untuk menyeberang, pemerintah menyediakan alat pengaman seperti rompi pelampung. Hal ini demi ketenangan dan keselamatan, para orang tua mereka juga merasa khawatir dengan keselamatan putra- putrinya.
Lanjut Ending,“Kita sangat khawatir dengan kondisi ini, orang tua murid juga khawatir dengan keselamatan anak – anak, Biar semuanya merasa aman dan tenang, pihak terkait harus menyediakan alat pengaman”, harapnya.
Pemerintah diharapkan dapat segera memperbaiki Jembatan Cimadur untuk aktivitas warga.(Ksan)

