
METROPOSTNews.com | Majalengka – Kondisi jalan lingkar utara yang menghubungkan Panyingkiran-Baribis, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka kondisinya rusak parah.
Pengendara roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati bila melintasi jalur tersebut, sebab banyak jalan berlubang cukup dalam.
Berdasarkan pantauan awak media, jalan sepanjang kurang lebih 6 kilometer itu kondisinya banyak yang berlubang. Terhitung, ada belasan titik lubang yang bertebaran sepanjang jalan tersebut.
Salah satu titik yang paling parah terdapat di depan Gedung SIKIM (Sentra Industri) Majalengka. Bahkan, beberapa di antaranya berlubang berdiamater mencapai 1 meter.
Selain itu, ditambah dengan banyaknya sisa-sisa bongkahan tanah merah yang mana menjadikan sebagian jalan berdebu, karena di jalur tersebut banyak galian tanah beroperasi.
Kondisi itu dikeluhkan oleh sejumlah pengendara yang melintas.
Eki (36), warga Kecamatan Panyingkiran yang hendak menuju wilayah Cigasong mengeluhkan, kondisi jalan yang banyak berlubang. Sebab, menurutnya jalan tersebut menjadi jalur alternatif ketika hendak menuju wilayah timur Majalengka.
“Saya sudah sering lewat sini, tapi ya begini jalannya rusak parah. Saya harus hati-hati kalau lewat sini,” ujar Eki saat ditemui di lokasi, Rabu 26 Januari 2022.
Apalagi, kata dia, saat hujan intensitas tinggi mengguyur jalur tersebut.
Pasalnya, selain tak terlihat adanya lubang karena tertutup genangan air kalau hujan, kondisi jalan itu berpotensi terjadinya kecelakaan.
“Ya saya juga kerap dengar beberapa ada yang kecelakaan karena gak lihat ada lubang yang tertutup genangan,” ucapnya.
Warga lainnya, Lukman (24) mengatakan, sudah lama tampaknya kondisi jalan itu tak kunjung diperbaiki.
Oleh karena itu, warga Kecamatan Panyikiran itu berharap, pemerintah cepat memperbaiki jalur alternatif dari wilayah Barat Majalengka menuju Timur Majalengka tersebut.
Informasi yang dihimpun, jalan yang berada dari pintu masuk Kota Majalengka atau tepatnya di Blok Jatiberah Desa/Kecamatan Panyingkiran, kemudian membelah daerah seperti Desa Leuwikidang hingga Desa Baribis di Kecamatan Cigasong itu, pembangunannya dilakukan pada 2011 dan diresmikan pada akhir 2013.
Panjang jalan tersebut berkisar 6,775 kilometer dengan lebar 20 meter.
Adapun, jalur tersebut dibangun menggunakan anggaran berasal dari APBD Majalengka dan APBD Pemprov Jawa Barat senilai Rp 14 miliar ( Ade)

