METROPOST1.COM, Indramayu — Panen Sadon di Tahun 2021 menjadi berkah tersendiri bagi warga Tani sebab panen Sadon sekarang hampir menyamai perolehan hasilnya dari hasil panen rendeng tahun kemarin, bahkan tekanan COVID-19 maupun pemberlakuan PPKM Darurat Rasanya sudah tidak menjadi hambatan yang berarti.

Bulir padi Bernas padat berisi membuat warga Tani sedikit melupakan kejadian itu, yang ada dalam benaknya adalah bagaimana Bulir padi bisa terangkut dari sawah sampai ke rumah.
Seperti dikatakan oleh pedagang Es tebu dari Desa Telaga Sari kecamatan Lelea, Tarsono, panen Sadon sekarang memang sangat istimewa hasil panen melimpah tentu warga Tani merasakan hasilnya.
“Dampak yang ditimbulkan oleh panen padi juga ada diantaranya Daya beli warga Tani sedikit meningkat perekonomian juga mengalami peningkatan lihat saja pedagang Gonjing tak hentinya melayani pembelian” ungkapnya.
Senada juga diungkapkan oleh pedagang Gonjing asal Desa Tawangsari, Surnadi, “memang ini nyata warga Tani tertekan oleh Virus COVID 19 dan PPKM Darurat, begitu Bulir padi siap panen maka warga Tani berbondong bondong terjun ke Sawah ditambah lagi panas matahari sangat menyengat, klop sudah sawah kering memudahkan hasil panen dari sawah diangkut ke tanah kering bahkan ada sebagian petakan sawah menggunakan mesin perontok padi langsung di tengah sawah tentu sangat memudahkan hasil panen bisa langsung terbawa”.
Sementara itu tengkulak padi asal Desa Telaga sari kecamatan Lelea, Basuni dengan wajah manis berujar, “memang panen padi sekarang menjadi berkah tersendiri bagi warga Tani sebab saat panen padi tiba matahari ikut memberikan andil dengan sinarnya sanggup mengeringkan petakan sawah, artinya Bupati Indramayu sekarang Nina Agustina cukup bisa memberikan semangat warga Tani dengan tata kelola irigasi, karena kalau pengaturan irigasi seperti dulu siapa yang kuat dapat air tidak terbagi merata” katanya. ( Otong )