
METROPOSTNews.com | ACEH TIMUR – H. Syarifuddin S. Malem, S.Pd.I, M.Pd Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Timur,
mengapresiasi sikap para siswa MTsN 3 Aceh Timur yang menunjukkan antusiasme dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan oleh Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP-UKS) di Madrasah tersebut.
Hal itu disampaikan Syarifuddin S. Malem saat didaulat memberikan amanat pada apel Gerakan Nasional Aksi Bergizi di MTs Negeri 3 Aceh Timur tersebut, Rabu (2/10/2022).
Dalam amanatnya, Syarifuddin membeberkan tujuan dari gerakan yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan tersebut yakni menekan kasus stunting di Indonesia melalui pemberian tablet penambah darah kepada seluruh remaja putri di Indonesia.
Karena katanya, Pemerintah bertekad untuk menurunkan angka stunting dari 24% pada tahun ini, menjadi 14% pada tahun 2024 mendatang,” tukasnya.
“Hari ini kalian melaksanakan semua himbauan pemerintah mengenai pentingnya pemenuhan asupan gizi, maka pada masa yang akan datang, ketika kasus anemia dan stunting menurun, kalian akan dianggap sebagai pahlawan,” imbuh Syarifuddin memberikan motivasi.
Untuk diketahui, sebelum amanat, para siswa terlebih dahulu melaksanakan senam sehat dan minum Tablet Tambah Darah (TTD) oleh siswi. Usai amanat, siswa dan siswi mengikuti edukasi yang ditayangkan TP-UKS pada layar monitor.
Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan menyasar 1.028 sekolah/madrasah dengan tujuan pencegahan stunting melalui gerakan remaja putri minum TTD. Gerakan tersebut dimulai pada hari ini (26/10/2022) dengan estimasi jumlah peserta mencapai 1.395.000 orang, dari total jumlah sasaran remaja putri penerima TTD di Indonesia 12.349.190 orang.
” Mengapa remaja putri menjadi sasaran gerakan ini? Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan menjelaskan, remaja putri rentan menderita anemia karena banyak kehilangan darah pada saat menstruasi. Remaja putri yang memasuki masa pubertas mengalami pertumbuhan pesat sehingga kebutuhan zat besi juga meningkat serta diet yang kadang keliru di kalangan remaja putri”, pungkas H. Syarifuddin S. Malem, S.Pd.I, M.Pd Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Aceh Timur. ( abu-t).

