
METROPOST1.COM, Banyuwangi — “Jangan takut jadi petani” Ya, pesan itulah yang selalu digaungkan Wakil Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, H Sugirah, kepada kalangan pelajar dan generasi muda pedesaan.
Sebagai bahan motivasi, kader PDI Perjuangan ini menceritakan latar belakang dirinya yang awalnya hanya seorang buruh tani. Namun berbekal semangat, usaha keras, kebaikan serta takdir Allah SWT, pria yang akrab disapa Pakde Sugirah tersebut kini menjadi Wakil Bupati Banyuwangi.
“Bapak ini dulu tukang buruh tani, bukan petani, tapi buruh tani. Yang saya makan besok apa, itu tidak ada. Saya buruh nyangkul dan sebagainya. Sekarang bisa jadi wakil bupati. Oleh karena itu, Jangan pernah takut jadi anak desa, Jangan pernah takut jadi petani,” ucap Pakde Sugirah, Kamis (07-10-2021).
Petuah tersebut dilontarkan Sugirah, setiap menghadiri kegiatan di lembaga pendidikan serta kepemudaan. Seperti saat melakukan peninjauan vaksinasi di SMAN 1 Pesanggaran, 29 September 2021 lalu.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan sektor paling potensial di Banyuwangi. Sektor pertanian juga merupakan sektor yang mampu bertahan dari hantaman keterpurukan ekonomi masa pandemi. Sektor yang paling berperan dalam pelaksanaan program Ketahanan Pangan Nasional.
Namun seiring kemajuan zaman, profesi petani terus ditinggalkan oleh kalangan generasi muda. Karena dianggap tidak keren, kurang menjanjikan dan lainnya. Padahal sektor pertanian merupakan tulang punggung dalam pemenuhan kebutuhan vital masyarakat, Yakni pangan.
“Menjadi petani itu bukan akhir dunia. Menjadi petani itu tetap bisa meraih masa depan. Saya ini buktinya, saya ini dulu buruh tani malahan, saya bisa jadi Wakil Bupati Banyuwangi,” urainya.
Sebagai wujud kesungguhan dalam menanamkan rasa cinta terhadap sektor pertanian, Pakde Sugirah juga mempraktikan dilingkungan keluarganya. Dia bersama sang istri, Hj Budi Sayekti Sri Indarwati, hingga kini masih sering menyempatkan menengok sawah garapan.
Meskipun Sugirah sudah menjadi orang nomor 2 di Bumi Blambangan. Dan istrinya telah didaulat menjadi Ketua TP PKK Kabupaten Banyuwangi. Arif Nur Cahyo, anak bungsunya juga hampir tiap hari menggeluti aktivitas bercocok tanam.
“Jadi sebelum berpesan pada generasi muda pedesaan, saya harus bisa memberi contoh. Dan Alhamdulillah anak saya walau masih muda bisa sangat menyukai sektor pertanian,” ungkap Pakde Sugirah.
“Malah dia (Arif Nur Cahyo) mengatakan pada saya bahwa sangat menikmati. Karena bisa berkumpul dengan orang banyak dan bisa memberi manfaat pada sesama. Persis seperti pemikiran saya dulu,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Wakil Bupati Banyuwangi, H Sugirah ini memang berlatar belakang seorang petani tulen. Domisilinya juga di pelosok desa. Tepatnya di Desa Seneporejo, Kecamatan Siliragung.
Sugirah muda kenyang dengan pahit getirnya kehidupan. Lumpur, cangkul, panas terik matahari adalah makanan sehari-hari. Keinginan mengabdi pada bangsa dan negara yang kuat, mendorong dirinya menjadi kader PDI Perjuangan. Maklum, dia adalah pengagum Sang Proklamator, Ir Soekarno.
Buah kebaikan perilaku serta sikap Nguwongke Marang Liyan, akhirnya mengantarkan Pakde Sugirah menjadi anggota DPRD Banyuwangi. Bahkan sampai 3 periode. Yang selanjutnya terpilih sebagai partner Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Nah, apakah masih takut menjadi petani?. (Ags)


