
METROPOST1.COM — Secara historis Getah band berdiri tahun 1995 berasal dari dua pecahan bandternama di kalangan pecinta musik underground, Bottom Up dan Rotor. Di era itu, Getah masih diperkuat oleh Boy (gitar), Marcel (bas), Reeve (drum), dan Jodi (vokal).
Arah musik yang mereka mainkan banyak terpengaruh dengan permainan musisi luar seperti Sex Pistols, Testament, Jimi Hendrix, dan Black Sabbath. Tak lama, mereka pun merilis album debut self titled yang diproduksi oleh Waner Music. Tahun 1996 Reeve keluar karena harus kembali ke USA tak lama setelah album rampung direkam. Posisinya digantikan Tyo Nugros.
Album Getah direkam di Triple M Studios Jakarta oleh Harry dan proses mastering dikerjakan di Dave Wellhousen Studio San Fransisco USA. Sayangnya album yang mengandalkan lagu “Api” ini kurang mendapat dukungan promosi yang memadai sehingga kurang terdengar gaungnya di peta musik Indonesia.
Pergantian personel kembali mewarnai formasi Getah.
Tyo Nugros yang lalu pindah ke band pop rock Dewa 19 lalu digantikan oleh Bambino. Peter St. John
bergabung sebagai keyboardis dan kemudian malah menjadi lead guitar setelah Boy meninggal karena sakit pada tahun 1998. Adra Dala, seorang keyboardis Jazz (Tomorrow People Ensemble), pun bergabung membawa influence bermusiknya yang bertolak belakang dengan corak rock yang diusung Getah. Dalam formasi ini Getah sempat mengeluarkan mini album (EP) Green Wine yang hanya dicetak dalam format kaset dan dalam jumlah yang terbatas.
Antara tahun 1998 – 2005, merupakan masa gelap bagi Getah, Jodie sang vokalis, yang mantan suami Ayu Azhari, meninggal dunia tahun 2002.
Getah mengalami masa vakum cukup panjang. Marcel bahkan sempat merangkap sebagai pemain bass dan juga vokalis. Dalam periode ini Agung Cakra Manggala bergabung sebagai drummer menggantikan Bambino.
Pada awal tahun 2005, Getah ikut serta dalam OST sebuah film action/suspense nasional berjudul Gerbang 13 dengan menyumbangkan lagu “Closing Chapter”.
Pada penghujung tahun 2005, Oddie Octaviadi, frontman dari band industrial rock, Sic Mynded, kembali ke tanah air setelah kurang lebih 15 tahun tinggal dan bermusik di Amerika Serikat. Sebuah event organizer di Jakarta menawarkan acara untuk Sic Mynded, namun Oddie malah melemparkan tawaran tersebut ke teman-teman Getah yang sudah lama vakum dari penampilan live.
Getah yang saat itu tidak mempunyai frontman akhirnya mencoba untuk berlatih dengan dibantu oleh Oddie sebagai vokalis. Meski acara tersebut batal, namun ‘ikatan’ yang tercipta selama latihan, membuat Oddie bergabung dengan Getah.
Tahun 2008, bisa disebut sebagai tahun kebangkitan Getah. Getah sempat mengisi OST lm In The Name of Love. Pada tahun yang sama, tepatnya bulan
Juni, Getah merilis album baru bertajuk Release is Peace. Album ini berisikan 11 lagu dengan bintang tamu Syaharani, Iwan Hasan (Discus), Ricky Siahaan (Seringai), dan Alexandra J. Wuisan (Sieve, Gergasi api). Single pertama dari album ini berjudul “Segitiga Bermimpi”, yang juga menjadi soundtrack dari lm In The Name of Love.
Di penghujung 2008, Richard Mutter (mantan drummer PAS band) bergabung dengan GETAH menggantikan Agung. Show pertama mereka dengan drummer
baru ini diadakan pada malam tahun baru 2008-2009 di Purwokerto. Dengan formasi ini GETAH mengeluarkan single “For The Love of God”.
Pada tahun 2010, Alfa Putra (mantan additional gitaris Boomerang pun bergabung memperkuat line-up GETAH. Di bulan Oktober tahun 2012 Getah merilis single “Scared of You” yang didistribusikan secara digital melalui situs rollingstone.co.id.
Setelah terus aktif mengerjakan materi baru di studio dengan bantuan Jimbo, Stanley dan Marcell Siahaan sebagai drummer dan sambil terus bermain di
panggung besar dan kecil di Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Bali.
Pada tahun 2018 Getah mengadakan Tour ke Jepang bersama Noxa dan Inlander. bermain di tiga Klub penting underground yang berbeda-beda di kota Tokyo.
Getah mendapat sambutan dan apresiasi yang tinggi di setiap panggung di sana. Hal ini merupakan salah satu momen penting bagi khayalak penggemar
musik di Negara Sakura tersebut.
Di awal 2019, dengan suatu alasan fisik yang tidak lagi mencukupi, Oddie menyatakan mundur dari jabatan Vokalis dan orang terdepan di Getah.
Namun tak lama kekosongan pun di isi oleh Phil Vezard seorang campuran Minahasa Prancis lulusan Sound Engineer Paris yang juga seorang vokalis di band nya yang bernama Khayalan mengisi posisi sebagai vokalis dan orang terdepan Getah.
Ditambah posisi drumer di isi kembali oleh Bambino, Getah langsung mengerjakan Single mereka yang berjudul COMA yang diluncurkan di awal Tahun 2020. Dan di awal Tahun 2021 Single yang berjudul Breaking Point pun diluncurkan.
Seakan tidak mengenal kata berhenti Getah tetap setia mengekplorasi cakrawala musik baru dengan bereksperimen dengan sound elektronik modern dan synthesizer tanpa meninggalkan jalur Rock mereka yang kental.
Terus berpetualang dengan musik yang terus berkembang serta kejutan-kejutan baru yang akan datang. (Andrian)


