
Metropostnews.com | Indramayu – Keluh kesah tangis pihak keluarga pecah kemana lagi harus mengadu tentang nasib anaknya yang bernama DURINAH yang hilang kontak selama 11 tahun di Riyad Arab Saudi, DURINAH merupakan PMI asal desa Pranggong kecamatan arahan kabupaten Indramayu kelahiran tahun 1994 yang pada usianya ke 17 telah bertekad berangkat bekerja ke luar negeri demi cita cita untuk dapat memperbaiki taraf hidup ekonomi keluarga sekarang PMI tersebut telah genap berumur 28 Tahun, pasalnya sejak PMI itu di berangkatkan oleh PT. Dian Bhakti Setia Tebet Jakarta Selatan pada tanggal 26 Nopember 2011 telah hilang kontak dengan pihak keluarga sampai sekarang tahun 2022, adapun PT yang memberangkatkan PMI tersebut sekarang telah tidak ada dan dinyatakan gulung tikar semenjak Pemerintah mengeluarkan Peraturan Menaker no 260 tahun 2015 tentang pelarangan Pekerja Migran Indonesia untuk wilayah penempatan negara negara Timur tengah.
Menurut keterangan At cahyoto Sekertaris Garda BMI cabang Indramayu selaku penerima aduan dari pihak keluarga PMI tersebut yaitu Bpk. WASTARA warga Desa Pranggong Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu, beliau menjelaskan pada awak media bahwa Pihak keluarga sangat mengharapkan anaknya bisa di ketemukan kabar tentang keberadaannya apakah masih hidup ataukah sudah meninggal pasalanya dari tahun 2011 anaknya tersebut yang bernama DURINAH hanya menghubungi pihak keluarga selama tiga 3 kali di tahun 2011, informasi terakhir yang di terima oleh pihak keluarga mengatakan bahwa DURINAH sempat menelpon pihak keluarga pada tahun 2011 tentang keberadaan nya di KBRI Riyadh dan memastikan dia dalam keadaan baik serta memastikan pada pihak keluarga jangan mencemaskan beliau dan pasti ia akan menghubunginya kembali, namun PMI DURINAH tersebut selepas itu hilang kontak sampai sekarang yang sudah hampir 11 tahun tidak ada kabar dan berita apapun tentang nasibnya di Arab Saudi.
Menurut At cahyoto Sekretaris Garda BMI cabang Indramayu saat di konfirmasi awak media mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan berkoordinasi dengan pihak pemerintah terkait tentang kasus ini, dalam kasus ini yang akan di lakukan Garda BMI cabang Indramayu mengenai kasus DURINAH tersebut At cahyoto menjelaskan bahwa perlu adanya penelusuran lebih intens tentang basis Data DURINAH dan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pihak pemerintah terkait untuk menemukan Data PMI tersebut, kita akan melakukan penelusuran data di kantor BP2MI kemudian kita akan mengontak rekan pengurus kita DPLN Garda BMI di Riyad Arab Saudi untuk inten melakukan pemberitaan baik di media cetak dan elektronik tentang pencarian Daftar Orang Hilang di sana, sehingga ada titik kejelasan tentang kasus PMI tersebut apakah masih hidup ataupun meninggal, baru kita dapat menyimpulkan tentang Kronologis Kasus PMI tersebut berdasarkan data serta saksi2 yang di dapat nanti untuk memberikan informasi tentang kasus DURINAH tersebut yang merupakan Pekerja Migran Indonesia asal Indramayu.
Beliau juga menambahkan bahwa dalam hal ini perlu adanya keseriusan dari pihak pemerintah terkait terutama pihak Kemenlu melalui pihak Direktorat BHI PWNI serta KJRI Riyadh Arab Saudi agar dapat melakukan investigasi mengenai nasib malang yang menimpa PMI tersebut tentang keberadaannya di negara penempatan Arab Saudi sana, Karena pihak keluarga di rumah sangat mengharapkan kasus ini dapat menemui titik terang, ironisnya ialah ketika kita melihat tentang kasus orang hilang anak orang besar seperti Gubernur Jawa barat Ridwal kamil yang kehilangan anaknya saat berlibur ke Swiss seluruh orang sibuk dan bergerak sehingga dalam jarak waktu dekat ada titik terang tentang kasus tersebut, namun berbeda dengan orang kecil WASTARA warga desa Pranggong Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu ini, bagi Bpk. WASTARA yang merupakan seorang Petani dimana ia tidak bisa berbuat apa apa serta larut menahan tangis kehilangan anaknya selama 11 tahun lamanya di Arab Saudi dan tidak tau apakah anaknya tersebut masih hidup ataukah sudah meninggal tidak ada satu pihakpun yang peduli, hal itu merupakan fakta sosial yang nyata dan sungguh Ironis di kalangan masyarakat kita tutur Atcahyoto Sekretaris Garda BMI Cab. Indramayu, oleh karna itu pihaknya menghimbau mari kita bersama sama bergerak dan akan mencoba menggugah kesadaran kita semua sebagai manusia yang kami yakin mempunyai naluri kemanusiaan yang kuat untuk dapat bergotong royong bersama sama mencari keberadaan PMI tersebut, sehingga ketika Nanti sudah ada titik temu tentang kasus tersebut setidaknya kita sudah melakukan hal yang terbaik untuk perjuangan kemanusiaan akan nasib PMI kita ini, DURINAH adalah simbol kelemahan kita sebagai warga negara yang belum sejahtera di negeri kita sendiri sehingga di usia muda sirinya memilih harus menjadi PMI ke luar negeri sedangkan WASTARA adalah simbol rakyat jelata, sekaligus seorang ayah yang tak berdaya, hatinya hanya bisa berkata dan berdoa semoga Allah SWT menunjukkan jalan terbaiknya agar beliau bisa bertemu dengan anaknya yang tercinta, tutur At cahyoto dengan meneteskan air mata saat di wawancara awak media.
( jono .s )


