
Metropostnews.com | LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai upaya utama mencegah penyebaran berbagai penyakit menular.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), pos kesehatan desa (poskesdes), hingga klinik.
Menurut Endang, sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa lingkungan yang tidak bersih dapat menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit menular.
“Kami berharap melalui sosialisasi dan edukasi ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, karena potensi penyebaran penyakit menular dapat muncul akibat kondisi lingkungan yang tidak bersih,” kata Endang di Rangkasbitung, Jumat (26/6/2026).
Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Lebak menghimbau masyarakat untuk rutin melaksanakan gotong royong dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Selain itu, setiap keluarga diharapkan memiliki sedikitnya dua orang kader juru pemantau jentik (jumantik) guna memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes aegypti di lingkungan rumah.
Menurut Endang, penerapan PSN 3M dan keberadaan kader jumantik dinilai efektif dalam memutus rantai penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) maupun chikungunya.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk tidak buang air besar (BAB) sembarangan karena dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit diare. Di samping itu, masyarakat diminta konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta menjaga daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup.
“Kami meyakini apabila masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan PHBS secara konsisten, maka risiko penyebaran penyakit seperti DBD, chikungunya, diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, hingga influenza dapat ditekan,” ujar Endang.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak berharap upaya pencegahan melalui perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, sehingga kesehatan lingkungan dan kualitas hidup warga semakin meningkat. (Ajat)

