METROPOST1.COM, Garut — Tugas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bukan hanya mempertahankan jumlah penduduk agar tetap seimbang dan terkendali, tapi juga menghadirkan program keluarga berkualitas. Salah satu upaya menghadirkan keluarga berkualitas adalah dengan menekan angka stunting pada anak.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala UPT KB kecamatan Cigedug, Yeti, menyampaikan ada target yang difokuskan memperbanyak pendekatan ke perempuan yang baru saja melahirkan.

Tujuannya agar mereka bukan hanya mengikuti program pencegahan kehamilan lagi, namun juga program KB.
Kedua, targetnya orang yang baru saja menikah, karena mereka yang baru saja menikah dipastikan hamil di tahun pertama.
Upaya untuk penurunan stunting, menurut dia pencegahan anak agar tidak stunting harus dimulai sejak pasangan itu ingin untuk menikah.
“Kita memasukkan indikator jarak kehamilan. Menurut saya jarak antara kehamilan/melahirkan pertama dan kedua hingga ketiga jauh lebih penting, daripada jumlah anak,”
Sekdes Cintagara kecamatan Cigedug – Garut, Elis Widaningsih yang akrab dipanggil Wida berharap program pemerintah tersebut bisa didukung oleh Warganya.
Di sesi terakhir, Wida memberikan edukasi dan himbauan, patuhi prokes dalam Kegiatan sehari-hari, dan Ia berdo’a, “mudah-mudahan pandemi ini cepat berakhir” pungkasnya. (Redi)