
Metropostnews.com-Ciamis – Tokoh muda satu ini berhasil membawa para petani di wilayah ciamis memanfaatkan lahan dan memaksimalkan pertanian untuk kesejahteraan.
Aji Susanto merupakan tokoh muda asal Kota Banjar Jawa Barat, yang layak diacungi jempol. Bukan hanya telah banyak menciptakan petani milenial tetapi dia telah banyak menanam di lahan-lahan yang awalnya kurang produktif menjadi lahan pertanian yang bernilai ekonomi tinggi dan edukatif.
Selain itu sosoknya kini menjadi inspiratif,setelah banyak keberhasilannya di berbagai daerah mendampingi dan mengembangkan petani pada komoditi buah- buahan dan sayuran.
Dalam pergerakannya dia murni bertujuan menciptakan para petani yang lebih maju,inovatif, dan sejahtera. Hal ini dilatarbelakangi karena dia sangat menyukai dunia pertanian dan peduli akan nasib para petani indonesia khususnya wilayah Ciamis,Banjar, Pangandaran dan kab.Cilacap Jawa tengah.
Jenis tanaman yang mulai dia kembangkan saat ini adalah segala jenis buah-buahan seperti durian, lengkeng,alpukat,manggis dan pala. Sementara untuk sayuran dia fokus di Cabe Rawit dan beberapa jenis sayuran yang panen cepat seperti kangkung dan sawi.
Beberapa petani yang mengembangkan durian premium dan alpukat di wilayah Kec. Tambaksari dan Kec.Cimaragas saat ini sedang dia dampingi agar berkembang sesuai harapan dari mulai olah tanah sampai panen.
Tak berhenti disitu,beliau pun mendampingi petani sampai pasca panen denga mengusahakan hasil tani mempunyai jaminan pasar. Dalam hal ini dia banyak berkomunikasi dengan koleganya agar memastikan setiap panen petani mendapatkan harga terbaik.
Aji Susanto bukanlah seorang sarjana pertanian,bukan pula pegawai dinas pertanian, tetapi kecintaan terhadap pertanian dan kerisauannya terhadap ketahanan pangan dan nasib petani yang membawa dia sampai saat ini masih fokus mendampingi banyak petani.Bagi dia dunia pertanian bukanlah bisnis,tapi sumber keberkahan.
Kini dalam kesederhanaannya dia telah menciptakan banyak kebon durian,alpukat dan sayuran yang merupakan kerjasama antara dia dan petani.
Red/Nendi
