
METROPOST1.COM, Cirebon — Upaya mewujudkan Kota Cirebon bebas dari kebakaran terus digencarkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Cirebon dengan kembali melaksanakan sosialisasi dan simulasi proteksi kebakaran pada gedung dan bangunan di SMK Negeri 2 Kota Cirebon, Jl Dr Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Sabtu (30/10/21).
Kepala Damkar Kota Cirebon, Drs Adam Nuridin MM menjelaskan kegiatan sosialisasi tersebut secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan merujuk pada SE Mendagri No. 364.1/6018/SJ/2020.
“Yaitu tentang inspeksi sarana prasarana proteksi kebakaran dan penyelamatan gedung dan lingkungan,” kata Adam.
Selain itu, masih kata Adam, kegiatan tersebut sebagai sarana edukasi pembelajaran dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (Dudika) SMK Pusat Keunggulan di SMK Negeri 2 Kota Cirebon khususnya bagi siswa-siswi program keahlian kuliner dengan mata pembelajaran pelatihan Alat Pemadam Ringan (APAR).
“Tujuan utama dari simulasi kebakaran, ini untuk mengetahui kondisi gedung dan bangunan tersebut layak tidaknya memenuhi proteksi kebakaran,” tandasnya.
Adam menerangkan, apabila memenuhi syarat kelayakan, maka pihaknya akan memberikan surat keterangan kelayakan.
Maksud dari kelayakan, masih kata Adam, adalah gedung yang memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tiap 15 meter 1 APAR.
“Apabila gedung tersebut luasnya 100 meter, maka harus mempunyai apar Sebanyak 100 dibagi 15 sekitar 5 tabung APAR,” jelasnya.
Jika luasnya di atas 1000 meter, masih kata Adam, maka gedung tersebut harus memiliki hydrant di halaman dan jika gedungnya bertingkat harus ada hydrant gedung.
Saat ini, upaya sosialisasi dengan sasaran bangunan dan gedung sudah mencapai 55 persen dan pihaknya menargetkan pada bulan Desember mendatang sudah tercapai 100 persen.
“Insya Allah pada akhir mendatang target sasaran sosialisasi APAR ini akan tercapai,” sebutnya.
Kepada para kepala satuan pendidikan khususnya Sekolah, ia pun berharap untuk dilengkapi dengan APAR.
“Selain itu, dengan edukasi penggunaan APAR pada siswa jurusan Tata Boga dan para tenaga pendidik serta kependidikan ini dapat memberikan pengetahuan baru dan dapat mengaplikasikan ketika terjadi kebakaran sebagai upaya deteksi dini. Insya Allah dengan begitu apabila terjadi kebakaran akan dapat cepat teratasi dan Kota Cirebon akan bebas dari bencana kebakaran,” terangnya.
Sementara itu, Agus Mulyono, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang Sarana Prasarana (Sarpras) SMKN 2 Kota Cirebon menyampaikan sosialisasi untuk praktek menangani kebakaran sudah ada dalam kurikulum SMK.
“Kegiatan ini sangat berguna bagi kita semua. Karena dalam industri pasti yang namanya accident tiba-tiba itu pasti ada termasuk bencana kebakaran,” kata Agus.
Menurutnya, kegiatan tersebut peserta didik dan tenaga pendidik diajarkan siap dan tidak panik ketika terjadi potensi kebakaran, sehingga dapat meminimalisir Kebakaran.
“Kami berharap kegiatan sosialisasi ini terus berlanjut sehingga apa yang menjadi harapan Damkar Kota Cirebon terbebas dari bahaya kebakaran dapat terwujud,” pungkasnya. (Cepi)

