
Metropostnews.com/Cilacap – Sekitar 150 orang mengikuti pawai obor dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah/2025 Masehi yang digelar dari Sebuah mesjid di Kampung terpencil, ujung kabupaten Cilacap yang berbatasan langsung dengan provinsi Jawa Barat,tepatnya di dusun Pamijen desa Bolang kecamatan Dayeuhluhur kabupaten Cilacap Jawa tengah.
Walau di Kampung terpencil,namun masyarakat kompak dan sangat antusias mengikuti acara peringatan tahun baru islam tersebut dengan rute sepanjang 21 KM,mengelilingi seluruh kampung-kampung di sekitar desanya.
Hampir seisi kampung baik tua,muda dan anak-anak bahkan Lansia yang usianya lebih dari 80 tahun tumpah ruah berpawai dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat dan membawa sound system lengkap dengan generator listrik dengan suara yang cukup mengelagar bak konser berjalan.
Lantunan sholawat yang diselingi orasi keagamaan dari ustadz Warsono ( ustadz setempat di kampung tersebut) berhasil membuat suasana pawai lebih meriah dan terasa lebih bersemangat, dihiasi cahaya obor dan suara klakson kendaraan bersahutan yang menarik perhatian masyarakat sepanjang perjalanan.
Menurut Ustad Warsono ini adalah bagian dari syiar, jika umat islam harus memperingati tahun barunya dan meningkatkan ibadah dan bersemangat menegakkan amar ma’ruf nahi munkar di tahun yang baru ini.
” Saya berharap jika acara ini menjadi syiar islam dan dalam islam kita ini mempunyai tahun baru.Mudah-mudahan di tahun yang baru ini kita bisa lebih semangat dalam memperbaiki diri,meningkatkan ibadah kita dan meningkatkan semangat menegakkan amar ma’ruf nahi munkar” ujarnya dihalaman madrasah kampung kepada beberapa masyarakat.
Ketua panitia acara Triana, mengatakan setelah pawai obor selama kurang lebih dua jam, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama penutup akhir tahun dan pembuka tahun baru, dan makan nasi liwet bersama yang disediakan sebagai syukuran atas segala rahmat allah sepanjang tahun 1446 Hijriah.
Sebagai tokoh muda di kampung tersebut dia mengatakan jika kegiatan ini didukung semua kalangan.Bahkan ketika pawai hampir diikuti seisi kampung termasuk Lansia.
“Tahun ini adalah tahun ketiga. Mudah-mudahan ini jadi agenda rutin tiap tahun, saya senang acara ini didukung semua pihak walau ini di kampung terpencil jauh dari perkotaan tapi kegiatan ini hanya dikampung ini yang menjadi agenda rutin selama tiga tahun berturut-turut dan tahun ini merupakan tahun dengan peserta terbanyak yaitu sekitar 150 orang ” katanya.
Sementara itu kepala dusun Toto Kuswoyo yang sejak awal mendukung penuh acara tersebut merasa bangga dengan kekompakan warga kampungnya. Bahkan dia mengerahkan semua unsur dan kepengurusan kampung untuk ikut mengawal acara tersebut.
“Hari ini sekitar 150 peserta ada. Dari segala unsur masyarakat diantaranya semua kepengurusan DKM, tokoh adat, RT dan RW , ibu-ibu kader PKK dan Kepemudaan kami libatkan. Saya bangga masyarakat masih kompak dan semangat untuk memeriahkan tahun baru islam,” ujarnya.
Panitia,kepala dusun,dan ustad setempat semua berharap acara tahun depan bisa terlaksana lebih meriah lagi di tahun depan dan diikuti oleh kampung-kampung yang lain. Mereka semua merasa jika hidup di kampung terpencil tidak menghalangi mereka dalam merayakan tahun baru islam.

