
METROPOSTNews.com | Cirebon – Pasca relokasi pedagang dari pasar darurat ke Pasar utama Pesalaran Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, kondisi bekas pasar darurat yang berada di sepanjang jalan Terminal Weru dan kawasan wisata batik tampak semrawut.
Dari pantauan Metropostnews.com, puing-puing bekas material kios tampak berserakan, tentu saja kondisi tersebut membuat pemandangan tak sedap dan terkesan kumuh.
Salah satu warga Kecamatan Weru, Eko (45) menyesalkan kondisi tersebut. Terlebih, ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses menuju kawasan wisata batik Trusmi.
“Padahal pembongkaran sudah kurang lebih seminggu, tapi tidak tahu belum ada tanda-tanda mau dibersihkan sama pihak Pemerintah, ya kelihatannya semrawut saja,” ungkapnya, Sabtu (26/2/22).
Sebagai salah satu kawasan wisata, ia berharap pihak terkait segera membersihkan puing-puing bekas kios pasar darurat tersebut.
Terpisah, Kadisperindag Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra mengakui kondisi bekas pasar darurat tersebut. Hanya saja menurutnya, dibutuhkan biaya untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kan untuk beres-beres harus pakai biaya, artinya ini harus dianggarkan. Sekarang lagi dikoordinasikan sama pak Sekda, Bapeda, Dishub dan instansi terkait lainnya mas,” ungkapnya. (Cepi)

