
METROPOSTNews.com | Ciamis – Seburuk apapun masa lalu,masa depan masih suci. Kata-kata ini yang selalu menjadi motivasi dan selalu di gaungkan oleh ketua umum Yayasan maung bodas atau masyarakat banyak mengenalnya ketua maung bodas, Ujang Ano Lodaya biasa disapa Uwa Ano, dari Kabupaten Ciamis yang memfasilitasi banyak orang dengan masa lalu penuh dengan kehidupan kurang baik yang ingin kembali ke jalan yang benar,atau orang sering menyebutnya preman.
Semua berawal dari pengalaman pribadi yang pernah terjerumus kepada hal-hal yang syarat kemaksiatan,akhirnya timbul keprihatinnya, karena masih sedikit yang peduli terhadap orang-orang yang dianggap sampah masyarakat, Wa Ano berjuang dan bertekad untuk mewadahi dan membantu orang-orang yang dianggap sebelah mata itu, dengan diberi kesempatan menjadi lebih baik dan dapat di terima masyarakat dengan kepercayaan penuh.
Wa Ano melalui Padepokan Maung Bodas, kini membina dan memberdayakan para mantan preman, penjahat, orang-orang yang bermasalah termasuk yang memiliki gangguan jiwa serta kecanduan narkoba untuk diobati.
“Sedikit sekali orang yang peduli terhadap masalah sosial, karena panggilan jiwa,untuk itu saya dirikan yayasan maung bodas ini,” ujar Wa Ano saat ditemui di padepokannya di Desa Rancah, Kecamatan Rancah, Ciamis Rabu (9/11/2022)
Menurut Wa Ano, orang jahat atau mantan preman seharusnya jangan dijauhi atau dimusuhi. Namun harus didekati, identifikasi masalahnya, lalu mencari tahu masalahnya. Lalu menyelesaikan masalahnya sampai akhirnya kembali ke jalan yang benar, dan diberikan keterampilan untuk bekal hidup ke depannya.
“Agar mereka bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat menjadi manusia yang bermanfaat. Mereka ini harus diberi kesempatan,kepercayaan dan ruang untuk berkarya,” kata pria kelahiran Ciamis 1983 ini.
Keterampilan yang diberikan dari berbagai bidang mulai dari pertanian, peternakan, konveksi,sesuai dengan bakat dan minatnya. Waktu pembinaan sampai bisa diberdayakan tergantung kemampuan dan kemauan masing-masing.Bahkan mereka diberi ruang untuk melanjutkan pendidikan formal dengan mengikuti program paket hingga berkuliah di perguruan tinggi yang sudah bekerjasama
“Sejak berdiri tahun 2016 lalu, banyak mantan preman dan yang lainnya sudah kami berikan bimbingan baik keterampilan,psikologi,dan agamanya alhamdulilah sekarang mereka ada yang bekerja di beberapa pemilik usaha yang bekerjasama dengan kita,ada juga yang membuka usaha sendiri,” ungkap dia.
Dalam melakukan pembinaan, ia memakai sistem jemput bola, berdasarkan informasi dari masyarakat, ada juga yang kemauan sendiri atau diantarkan keluarga termasuk lingkunganya datang ke Maung Bodas.Sebagian yang diantarkan biasanya lingkungan sudah resah dengan kelakuan dan tingkahnya.
“Intinya bagi saya apa yang telah diantarkan tuhan kepada saya,itu berarti tugas saya mengantarkannya menjadi lebih baik,” tutur dia
Kegiatan sosial lain yang dilakukan di yayasan maung bodas,mulai dari pengurusan yatim piatu, pendampingan ODGJ, renovasi rumah tidak layak huni, pengajian rutin kelompok lansia, pendampingan pertanian, perikanan dan peternakan.
Harapan Wa Ano sendiri setelah para mantan preman ini mulai istiqamah dalam kebaikan dan sudah berdaya serta mandiri, mereka menjadi contoh dan inspirasi bagi yang lain, dan bisa mengajak yang lain sama-sama berubah.
