
METROPOSTNews.com | Majalengka – Budaya ‘Nyiramkeun’ benda pusaka Kerajaan Manggung kembali digelar di Museum Talaga Manggung, Desa Talaga Wetan, Kecamatan Talaga Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kegiatan ini dihadiri ratusan warga yang datang dari berbagai daerah yang ingin menyaksikan langsung proses pencucian benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Talaga Manggung itu.
Salah satu keturunan keluarga besar Kerajaan Talaga Manggung Teten Wilman mengatakan intinya tujuan kegiatan ‘Nyiramkeun Pusaka’ ini adalah silaturahmi sesama keturunan Talaga Manggung.
“Waktunya (Nyiramkeun Pusaka) itu pasti hari Senin, bulan Safar. Tanggalnya, tanggal belasan yang terakhir. Diantara tanggal 13 atau 19 waktunya pasti itu,” kata Wilman saat ditemui di Museum Talaga Manggung, Selasa 13 September 2022.
Ada beberapa tujuan dari proses kegiatan Nyiramkeun benda-benda pusaka itu. Yakni menjaga tali silaturahmi antar keluarga.
“Tujuannya silaturahmi aja. Itung-itung memperingati leluhur kita juga,” ujarnya.
Kemudian lanjut dia, adanya kegiatan Nyiramkeun Pusaka ini sambil mengetahui pengetahuan kepada masyarakat bahwa di sini tuh pernah ada sebuah kerajaan dan inilah bukti-buktinya.
Menurut dia benda pusaka banyak, dengan berbagai jenis barang, dari mulai yang kuno alat-alat senjata pribadi keris, pedang dan lain sebagainya.
“Usia benda pusaka itu ada yang sampai ratusan juga,” ujarnya.
Selain keris dan pedang terdapat juga baju perang. Kemudian ada Arca, dan Simbar Kencana.
“Benda pusaka banyak, ratusan, dengan berbagai jenis barang dari mulai uang kuno, Goong renteng, masih tersimpan cuma kondisinya udah tua sekali pas ditabuh tuh suaranya udah fals,” jelasnya (Ade).


