
Metropostnews.com | LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak menyiapkan tiga unit mobil tangki air untuk mengantisipasi krisis air bersih di wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan ketiga mobil tangki tersebut masing-masing berkapasitas 6.000 liter dan disiapkan untuk mendistribusikan air bersih secara gratis kepada masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“BPBD telah menyiapkan tiga kendaraan tangki air untuk melayani kebutuhan masyarakat di desa-desa yang mengalami krisis air bersih. Kami juga bekerja sama dengan PDAM Lebak dalam penyediaan pasokan air,” kata Sukanta di Rangkasbitung, Senin (6/7/2026).
Ia menjelaskan, masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih dapat mengajukan permohonan bantuan melalui pemerintah desa setempat agar segera ditindaklanjuti oleh BPBD.
Selain bekerja sama dengan PDAM Lebak, BPBD juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten serta sejumlah perusahaan BUMN untuk menyiagakan tambahan armada tangki apabila kebutuhan distribusi air meningkat.
Berdasarkan hasil pemetaan BPBD, terdapat sekitar 90 desa di Kabupaten Lebak yang masuk kategori rawan mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.
Meski demikian, hingga awal Juli 2026 BPBD belum menerima laporan adanya warga yang terdampak kekeringan. Namun, pihaknya tetap meningkatkan kesiapsiagaan mengingat musim kemarau telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan krisis air bersih kerap terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Sajira, Muncang, Cipanas, Cibadak, Warunggunung, Banjarsari, Cimarga, Cirinten, Bojongmanik, Cihara, Cilograng, Cileles, Gunungkencana, Maja, dan Wanasalam.
Menurut Sukanta, kondisi tersebut umumnya disebabkan belum tersedianya jaringan PDAM, keterbatasan mesin pompa air, serta minimnya sumber air baku dari sungai maupun mata air.
Selain mengantisipasi kekeringan, BPBD juga memperkuat upaya mitigasi terhadap potensi bencana lain selama musim kemarau, seperti kebakaran permukiman, kebakaran hutan dan lahan, serta meningkatnya risiko penyakit menular.
“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan agar penanganan penyakit menular selama musim kemarau dapat dilakukan secara cepat sehingga tidak berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB),” ujar Sukanta.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, menghimbau masyarakat membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah penyebaran penyakit yang rentan muncul saat musim kemarau, seperti diare, Demam Berdarah Dengue (DBD), muntaber, pneumonia, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Kami mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membuang air besar di sungai maupun kebun karena dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit, terutama diare,” kata Endang. (Ajat)

