
METROPOSTNews.com | Ciamis – Apabila bertandang ke hajatan di daerah Ciamis perbatasan dengan jawa tengah anda akan mendapati satu rombongan seni terkenal yang biasa mengisi acara hajatan atau nikahan dengan sebutan “Bosih Group”.
Rombongan seni satu ini terkenal dikalangan pecinta seni ibing. Hampir penuh oleh penonton disetiap bosih group mengisi acara atau manggung. Bahkan seringkali saweran dari penonton mencapai jutaan rupiah. Hal ini dikarenakan saking senangnya penonton terhadap penampilan sang sinden.
Selain suara sinden yang dianggap merdu dalam kawihnya, bosih group juga terkenal dengan suara gamelannya. Ini karena ditunjang oleh kualitas dari bahan gamelan itu sendiri. Gamelan yang terbuat dari perunggu memang gamelan langka dan terkenal karena suara yang dihasilkan mampu mempertahankan khasnya.
Sejak 1991,memang bosih sang juru kawih itu telah masuk dunia kebudayaan sunda. Kecintaannya tehadap seni kebudayaan sunda mampu membuatnya bertahan dan eksis hingga sekarang yang membuatnya terkenal di wilayahnya. Dia merasa seni sunda dan kawih adalah darahnya dan bukan sekedar profesi.
Meskipun tinggal di daerah Dayeuhluhur, kabupaten cilacap jawa tengah, wanita kelahiran 1967 ini tetap menekuni seni sunda khususnya di kawih-kawih sunda. Hingga ia mendirikan sendiri satu rombongan seni yang bernama “Sri Kencana Wangi” Atau terkenalnya Bosih group.
Selain sering manggung di acara hajatan bosih group juga beberapa kali mengikuti festival seni di tingkat kabupaten. Dan hasilnya benar-benar membanggakan. Pemerintah kabupaten memberikan apresiasi dan penghargaan berupa piala sebagai juara satu seni terbaik.
Sang suami, bapak Sahlan adalah orang dibalik sibuknya aktifitas sang juru kawih ini. Dia merupakan ketua group seni sunda BOSIH group ini. Selain itu suami sang juru kawih ini merangkap asisten sang istri yang memperhatikan segala keperluan dan mengawal kemana pun aktifitas istrinya.
Harapan kedepannya sebagai pelaku dan pecinta seni sunda, bosih sang juru kawih maupun bapak Sahlan sebagai ketua rombongannya ada regenerasi yang menjaga kebudayaan seni ibing ini. Agar seni sunda bertahan sampai ke anak cucu berikutnya
“Sebagai pecinta seni, saya berharap ke depannya ada yang meneruskan” Kata ibu Bosih di akhir wawancara saat pentas di salah satu acara hajatan seorang warga Rabu 23 November 2022.

