
Metropostnews.com | TANGERANG — Seorang bos tempat hiburan malam dan spa di kawasan Gading Serpong berinisial P diduga melontarkan intimidasi dan makian kepada seorang jurnalis bernama Anggy.
Ancaman ini dipicu oleh pemberitaan terkait usaha hiburan malam miliknya, memicu kecaman keras dari berbagai kalangan aktivis media.
Insiden bermula saat Anggy menerima panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal, yang belakangan diketahui sebagai sosok P.
Percakapan tersebut seketika memanas ketika P meluapkan emosinya dengan nada tinggi.
“Lu Anggy ya? Lu ngapain ngacak-ngacak Gading Serpong, hah? Ngapain?” ujar P dengan nada mengintimidasi.
Merasa tidak terima dituding, Anggy berusaha merespons dengan tenang dan menanyakan konteks kemarahan tersebut.
Namun, respons tenang tersebut justru dibalas dengan makian kasar dan kata-kata tidak pantas dari bos spa tersebut.
Tidak hanya melontarkan makian, P bahkan menantang Anggy untuk berduel fisik satu lawan satu di arena oktagon yang berlokasi di kawasan BSD.
Tantangan bernada UFC tersebut diiringi dengan janji sejumlah uang jika sang wartawan berhasil memenangkan duel.
Menanggapi tantangan tersebut, Anggy dengan tegas menolak cara-cara premanisme dalam merespons karya jurnalistik.
Menurutnya, jika ada pihak yang merasa keberatan atau dirugikan atas suatu pemberitaan, langkah yang sah dan diatur oleh negara adalah menempuh hak jawab atau klarifikasi.
“Kalau ada keberatan terhadap pemberitaan, seharusnya ditempuh dengan hak jawab atau klarifikasi, bukan dengan makian, ancaman, apalagi tantangan duel,” tegas Anggy, kepada awak media, Rabu (27/5/2026).
Tindakan intimidatif ini pun memicu keprihatinan mendalam dari berbagai insan pers dan aktivis media.
Aksi ancaman semacam ini dinilai sebagai bentuk nyata yang dapat mengancam kebebasan pers serta iklim demokrasi di Indonesia.
Oleh karena itu, sejumlah pihak mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut dan menindaklanjuti dugaan intimidasi ini, agar kejadian serupa tidak menjadi preseden buruk bagi profesi jurnalis ke depannya. ***

