
MetropistNews.com | INDRAMAYU — Kabupaten Indramayu terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama nasional melalui langkah-langkah strategis di sektor pertanian. Pemerintah daerah mematok target ambisius produksi Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 1,7 juta ton pada tahun ini, yang didukung oleh potensi lahan yang luas serta kebijakan tata kelola yang terintegrasi.
Berdasarkan data sektor pertanian, wilayah ini memiliki luas total Lahan Baku Sawah mencapai 124.517 hektar dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 92.888 hektar. Ketersediaan lahan yang masif ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas pasokan beras, tidak hanya untuk kebutuhan lokal di Jawa Barat tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan nasional secara keseluruhan.
Guna mencapai target produksi yang ditetapkan, berbagai program akselerasi digencarkan secara masif di lapangan. Pemerintah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian modern seperti mesin pompa air, melakukan normalisasi saluran air, serta membangun infrastruktur irigasi perpompaan dan Jaringan Irigasi Air Tanah untuk mengantisipasi kendala pasokan air di musim tertentu.
Selain infrastruktur irigasi, strategi pengelolaan air juga diatur secara ketat melalui sistem gilir-giring air guna memastikan distribusi merata ke seluruh areal persawahan petani. Langkah taktis ini dinilai sangat efektif untuk mengoptimalkan masa tanam dan meminimalkan risiko gagal panen akibat kekeringan di sentra-sentra produksi utama.
Tidak hanya fokus pada komoditas padi, Indramayu yang juga terkenal sebagai daerah penghasil buah unggulan turut mencatatkan produktivitas tinggi pada komoditas hortikultura. Dengan catatan produksi mangga mencapai 114.000 ton per tahun, sektor pertanian di wilayah ini mampu memberikan dampak ganda yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan para petani lokal.
(Tuti Ragil)

