
Metropostnews.com/Lebak – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat akan membangun kembali bendungan Peucangpari yang berada di Kampung Mumunggang, Desa Peucangpari, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak yang jebol akibat sungai yang meluap.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Lebak mengatakan, Dade Yan Apriandi mengatakan, tim teknis dari SDA telah diterjunkan langsung ke lokasi bendungan guna melihat kerusakan bendungan yang selama ini menjadi sentral bagi pengairan pesawahan petani.
“Iya keberadaan bendungan Peucangpari sangat penting untuk mengairi ratusan hektar sawah di wilayah tersebut,” kata Dade kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (14/03/2022).
Menurutnya, saat ini ia bersama tim sedang menghitung berapa biaya atau anggaran untuk pembangunan kembali bendungan yang jebol tersebut.
“Setelah dihitung, akan kita usulkan kepada bupati pembangunannya, apakah anggarannya diambil dari BTT, APBD murni atau perubahan,” ujarnya.
Lanjut Dade, karena volume bendungan kecil, anggaran biaya pembangunan bendungan Peucangpari tidak akan memakan biaya besar.
“Kami perkirakan biayanya sekitar Rp 600 juta, tapi secara pasti rinciannya belum kita hitung, itu hanya perkiraan saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lebak, Irvan Suyatufika menambahkan, pihaknya masih menunggu kajian dari teknis yang sudah turun ke lokasi. Sehingga, pihaknya masih belum bisa mengusulkan pembangunannya kepada Bupati.
Imbas dari robohnya bendungan tersebut, pengairan ke pesawahan petani jadi tersendat. Sehingga, banyak petani sekitar yang berharap percepatan pembangunannya.
“Saat ini masih musim penghujan belum begitu terasa imbasnya oleh petani, tapi jika kemarau akan menjadi masalah pagi pengairan ladang mereka, sehingga jika sudah selesai perhitungannya kita akan segera usulkan pembangunannya,” terang Irvan. (Ajat)

