
MetropostNews.com | LEBAK – Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) bersama Kementerian Pekerjaan Umum melakukan monitoring pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kampung Sanding, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Jumat (26/6/2026).
Monitoring dilakukan untuk memastikan pembangunan jaringan irigasi berjalan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi petani sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Perwakilan BBWS C3, Parid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Di lokasi tersebut, pembangunan saluran irigasi memiliki panjang 600 meter dengan tinggi 60 sentimeter dan lebar 30 sentimeter.
Menurut Parid, kualitas pekerjaan menjadi aspek utama dalam pelaksanaan Program P3-TGAI. Oleh karena itu, pembangunan harus didukung dengan material yang sesuai, peralatan yang memadai, serta melibatkan tenaga kerja lokal agar pelaksanaannya berjalan optimal dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Pengawasan dilakukan agar pekerjaan sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, sehingga hasilnya berkualitas dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para petani,” ujar Parid.
Selain melakukan peninjauan lapangan, tim BBWS C3 juga memberikan arahan dan evaluasi teknis kepada kelompok pelaksana guna memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar yang berlaku.
Berdasarkan hasil evaluasi, pembangunan yang dilaksanakan Kelompok P3A Sanding Bersatu dinilai berjalan dengan baik. BBWS C3 bersama Kementerian Pekerjaan Umum menetapkan lokasi tersebut sebagai sampel atau percontohan bagi kelompok P3A lainnya karena dinilai telah memenuhi standar kualitas pekerjaan.
Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP), Eli Sahroni, mengapresiasi langkah BBWS C3 yang melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan Program P3-TGAI di lapangan.
Menurut Eli, pengawasan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan irigasi dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya petani.
“Kami mengapresiasi BBWS C3 yang turun langsung mengawasi pekerjaan di lapangan. Langkah ini menunjukkan komitmen menjaga kualitas pembangunan agar sesuai spesifikasi dan benar-benar bermanfaat bagi petani,” kata Eli.
Ia menambahkan, pihaknya turut mengawal pelaksanaan Program P3-TGAI di Kabupaten Lebak dan Pandeglang yang tersebar di 111 titik agar seluruh pekerjaan sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB), spesifikasi teknis, dan petunjuk pelaksanaan.
“Kami akan terus mengawal hingga seluruh pekerjaan selesai sesuai ketentuan. Jika ditemukan pekerjaan yang belum sesuai, kami akan berkoordinasi dengan kelompok pelaksana, pendamping program, maupun instansi terkait agar segera dilakukan perbaikan,” ujarnya.
Program P3-TGAI merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas jaringan irigasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui pengawasan dan evaluasi secara berkala, pemerintah berharap hasil pembangunan memenuhi standar teknis serta mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. (Ajat)

