
MetropostNews.Com | SIGLI- Bencana banjir di Pidie telah menyebabkan ratusan hektare tanaman padi terendam banjir.
Hasil identifikasi petugas menemukan, ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Delima terendam banjir.
” Data dari petugas bahwa sekitar 500 hektare tanaman padi di Delima terendam banjir,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) Pidie, Hasballah SP MM, kepada Metropostnews.com, Sabtu (17/12/2022).
Ia menjelaskan, tanaman padi terendam banjir meliputi 386 hektare bibit padi yang masih disemai di areal persawahan berumur 15 hingga 25 hari.
Kemudian, sisanya telah ditanam berjumlah sekitar 104 hektare.
Pemkab telah menyikapi terhadap tanaman padi terendam banjir pada tanam rendengan tahun 2022.
” Bapak Pj Bupati telah menyurati Gubernur Aceh, guna memohon benih cadangan daerah. Pj Bupati bersama dinas telah meninjau langsung,” sebutnya.
Ia menyebutkan, petugas setiap tiga hari mengecek ke lapangan terhadap tanaman padi terendam di Kecamatan Delima.
Sebab, jika debit air berkurang di areal sawah, dengan melewati satu minggu, maka tanaman padi tidak bermasalah.
Ditanpang Pidie tanaman padi masa rendengan harus mencapai 100 persen.
Ia menambahkan, pada masa tanam rendengan tahun 2022 baru dilakukan tamam padi ada tujuh kecamatan.
Adalah.Glumpang Baro 400 hektare, Glumpang Tiga.300 hektare, Kembang Tanjong 400 hektare, Tangse 700 hektare, Mutiara Timur 300, Mane 500 hektare dan Delima 300 hektare.
” Enam kecamatan tidak berdampak terendam banjir. Sementara Kecamatan Padang Tiji, petani barus selesai panen padi,” jelasnya.
Sementara data diperoleh Metropostnews.com, Sabtu (17/12/2022), banjir menerjang 12 gampong di Kecamatan Padang Tiji telah surut.
Warga Gampong Pante Cermen yang sempat mengungsi ke meunasah telah pulang ke rumah. Saat ini, warga membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir. (*)

