Metropotsnews.com/Kab.Tangerang – Diketahui Empat titik kegiatan pembangunan pemeliharaan di wilayah Kecamatan Solear menelan anggaran masing-masing per titik mencapai Rp.100 jutaan, dengan kegiatan untuk pemeliharaan.
Beberapa pos anggaran tersebut meliputi :
1). Pemeliharaan taman joging track belakang kantor kecamatan.
2). Pemeliharaan taman depan GSG kecamatan.
3). Pemeliharaan taman depan mushola kecamatan Solear.
4). Pemeliharaan taman kantor kecamatan Solear.
Ke empat titik kegiatan tersebut bersumber dari dana APBD tahun 2024 dengan keterangan pengadaan langsung, dan di realisasikan pada bulan Maret untuk tiga titik, sementara di bulan Juni satu titik. Nilai anggaran masing – masing Rp.100 juta dengan demikian jumlah total empat kegiatan mencapai sekira Rp.400 jutaan.
Adapun dari beberapa item kegiatan diatas apakah menyentuh kebutuhan dimasyarakat ? dan kegiatan tersebut apakah dipandang perlu serta mengacu pada skala prioritas masyarakat ?
Kiranya hal ini menuai pertanyaa dan reaksi dari Asep Supriatna selalu ketua Front Banten Bersatu (FBB) Kabupaten Tangerang.
“Saya rasa sangat wajar jika mempertanyakan terkait anggaran tersebut apakah sudah mengacu pada kebutuhan masyarakat, apakah sesuai antara nilai pekerjaan dengan anggaran sebesar itu” ucapnya kepada Metropostnews.com Minggu, (12/1/2025).
Perlu adanya Kroscek, apakah kegiatan pemeliharaan itu sesuai dengan nilai anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah tersebut. “mungkin saja ada dugaan bahwa jenis tanaman yang ditanam tidak sebanding dengan nilai kontrak anggaran pemeliharaan yang telah ditentukan” Pungkasnya.
.Asep juga mengatakan bahwa anggaran yang digunakan untuk proyek pemeliharaan tersebut terlalu besar dan hanya pemborosan saja.
“anggaran tersebut seharusnya digunakan untuk pembangunan lain yang lebih bermanfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat banyak, harusnya dialokasikan untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu diungkapkan salah seorang warga Solear yang enggan disebutkan namanya, di depan kantor Kecamatan Solear tersebut tidak terdapat taman.
Yang ada lanjutnya, di depan kantor Kecamatan tersebut hanyalah lapangan yang biasa digunakan sebagai tempat upacara dan latihan baris berbaris.

“Setau saya sih gak ada taman, tapi gak tau juga kalau maksudnya halaman kantornya itu taman ya” ungkapnya.
Di sisi lain dirinya juga menuturkan, bahwa sebelumnya memang ada pembangunan fasilitas MCK gratis di wilayahnya.
Namun ia menyayangkan masih adanya pengerjaan MCK yang belum selesai, padahal sudah masuk tahun baru 2025.
“Cuman gitu udah poho (lupa) kan udah tutup buku tapi proyek belum pada beres, masih ada pengerjaan. Itu pun yang kerja bukan tukang suruhan dari atas, tapi akamsi sini yang gawe” tandasnya.
Saat dikonfirmasi Via WhatsApp di nomor 0812 817xxxxx terkait persoalan pemeliharaan taman di lingkup kantor Kecamatan Solear tersebut, Camat Solear Saedaman masih bungkam sampai berita ini dimuat. (Andryan)