
MetropostNews.com | Indramayu — Sejumlah titik putar balik (u-turn) di Jalur Arteri Pantura selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026 mendorong kreativitas warga.
Di Desa Larangan Blok Maja, Kecamatan Lohbener, warga berinisiatif membangun jalur alternatif di kolong jembatan untuk memudahkan mobilitas masyarakat lokal.
Pantauan di lokasi, Rabu (25/3/2026), akses tersebut ramai dilalui pengendara sepeda motor yang ingin menyeberang tanpa harus memutar jauh.
Andre (23), pengendara asal Karangampel, mengaku terbantu dengan adanya jalur tersebut. Menurutnya, akses ini lebih efisien dibanding harus mencari titik putar balik yang jaraknya cukup jauh.
“Cukup membantu, gak perlu muter jauh. Tapi memang harus hati-hati karena posisi jembatan rendah,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Tardi (43), warga Jatibarang. Ia memilih jalur tersebut karena bisa menghemat waktu tempuh. Untuk melintas, pengendara hanya diminta memberi uang seikhlasnya.
“Seikhlasnya saja, tadi saya kasih Rp2.000. Kalau tidak ada juga tidak masalah,” katanya.
Salah satu pengelola, Nono (60), menjelaskan jalur darurat ini dibangun dari hasil swadaya warga dan bantuan pengusaha lokal dengan total biaya sekitar Rp20 juta.
Menurutnya, jalur ini bersifat sementara dan hanya digunakan selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Warga juga terlihat berjaga di lokasi untuk membantu mengarahkan pengendara agar menundukkan kepala saat melintas, guna menghindari benturan dengan kolong jembatan.
“Kami bantu ingatkan, karena memang harus nunduk saat lewat,” kata Nono.
Keberadaan jalur ini menjadi solusi sementara di tengah pembatasan akses lalu lintas, sekaligus menunjukkan solidaritas warga dalam menghadapi lonjakan arus kendaraan.
(Arrie tharina)

