
METROPOSTNews.com | Lebak – Sekitar 170 orang warga binaan di lembaga permasyarakatan (Lapas) kelas lll Rangkasbitung mengikuti pesantren kilat di Ponpes Al-Maghfiroh yang berada di dalam lapas. Kegiatan pesantren kilat tersebut diagendakan berlangsung selama bulan Ramadhan 1443 H.
Menurut Kepala Lapas Kelas lll Rangkasbitung, Budi Ruswanto, kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan keimanan dan ketakwaan bagi warga binaan. Mereka (warga binaan) kata Budi, nantinya akan menjalani aktivitas keagamaan, seperi membaca dan menulis Al-Qur’an, salat Tarawih berjamaah di setiap kamar, hingga Tadarus atau membaca AI-Qur’an.
“Kami mengggelar pesantren kilat ini, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga binaan. Selain itu, bulan ini juga merupakan momen yang tepat untuk mengajarkan warga binaan untuk membaca dan menulis AI-Qur’an, serta mendorong kelas Tahflzh Qur’an,” papar Budi Ruswanto kepada wartawan, Kamis (07/04/2022).
Masih kata Budi, pesantren kilat yang berlangsung selama satu bulan penuh tersebut, setiap harinya akan di mulai sejak pukul 08.00 Wib sampai dengan Adzan Maghrib berkumandang. Sehingga seharian penuh, warga binaan akan digenjot kemampuannya dalam membaca dan menulis Al-Quran, bahkan tingkat keimanan warga binaan juga akan diuji selama mengikuti pesantren kilat.
“Kegiatannya dari pukul 08.00 WIB, siang hari akan istirahat dulu, kemudian dilanjutkan hingga sore. Kita juga ada kegiatan Tarawih di masing-masing kamar serta tadarus,” tuturnya.
Sebagai bonus bagi warga binaan yang getol mengikuti seluruh rangkaian pesantren kilat. Pihaknya, akan memasukan persyaratan bagi warga binaan yang ingin mendapatkan remisi. Dengan begitu, warga binaan akan selalu bersemangat menjalani kegiatan.
“Ini juga akan menjadi penilaian kita nanti. Jadi, salah satu instrument dalam sistem penilaian perilaku narapidana (SPPN), kalau aktif, semangat, itu akan kita dorong untuk mendapatkan remisi,” pungkas Budi.
Sementara itu, Kasubsi Pembinaan Lapas Kelas lll Rangkasbitung, Eka Yogaswara menambahkan, kegiatan pesantren kilat ini sudah berlangsung selama empat hari. Sampai saat ini, seluruh peserta sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan.
”Sudah empat hari berlangsung, sampai saat ini peserta pesantren kilat dari warga binaan masih semangat mengikuti rangkaian kegiatan,” tutur Eka. (Ajat)


