Foto: Ruang kelas SDN Sukamulya 1 Kecamatan Cikupa
MetropostNews.com | TANGERANG – Di tengah kebutuhan ruang belajar yang terus meningkat, empat ruang kelas di SDN Sukamulya 1, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, hingga kini belum seluruhnya kembali difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan informasi yang digali, dari empat ruang kelas yang sebelumnya tersedia, satu ruangan pada masa kepemimpinan kepala sekolah terdahulu sempat disekat dan dialihfungsikan menjadi ruang kepala sekolah serta gudang. Sementara ruangan lainnya belum dapat digunakan.

Dari pantauan di lokasi, kondisi sejumlah ruangan tampak mengalami penurunan. Bagian plafon sudah tidak terlihat terpasang, sejumlah kusen jendela tampak mengalami pelapukan, sebagian kaca jendela telah lepas, beberapa titik atap terlihat mengalami kerusakan dan bolong, serta keramik lantai tampak kusam dan memerlukan penanganan.
Ketua Komite SDN Sukamulya 1, Tohir, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan menurutnya kebutuhan perbaikan sudah beberapa kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan.
“Kami dari komite sudah beberapa kali mengusulkan melalui Musrenbang tingkat kelurahan. Harapannya ruang kelas yang sudah lama belum dimanfaatkan ini bisa mendapat perhatian karena kebutuhan ruang belajar di sekolah tetap ada,” ujar Tohir saat berada dilokasi sekolah, Rabu (17/06/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya memang pernah dilakukan penanganan pada bangunan, namun menurutnya perbaikan saat itu hanya menyasar bagian atap sehingga ruangan belum dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar
“Perbaikan pernah dilakukan, tapi hanya di bagian atap. Sementara kondisi ruang secara keseluruhan masih belum memungkinkan dipakai untuk belajar,” katanya.
Sementara itu, Kepala SDN Sukamulya 1, Didi, mengatakan dirinya belum mengetahui riwayat awal kondisi ruangan tersebut karena baru menjabat di sekolah tersebut.
Meski demikian, Didi menjelaskan pada penerimaan peserta didik baru (SPMB) tahun ini sekolah saat ini menerima 84 peserta didik. Namun dari jumlah tersebut, 56 peserta didik telah sesuai kapasitas yang tersedia, sedangkan penambahan 28 peserta didik masih dalam tahap pengajuan dan belum mendapatkan respons dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
“Saat ini penerimaan murid baru sebanyak 84 siswa. Untuk tambahan 28 siswa masih dalam tahap pengajuan dan sampai sekarang belum ada respons,” ujar Didi.
Ia menambahkan, apabila ruang yang saat ini belum digunakan dapat kembali difungsikan, maka kegiatan belajar mengajar berpotensi dapat dijalankan lebih optimal dalam satu sesi pagi. Namun demikian, sekolah juga masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar.
“Kalaupun ruang bisa difungsikan kembali, kegiatan belajar bisa berjalan dalam satu sesi pagi. Tetapi kapasitas juga tetap menyesuaikan dengan ketersediaan tenaga pengajar,” jelasnya.
Wali murid berharap kondisi sarana pendidikan dapat segera mendapat kepastian penanganan agar fasilitas yang tersedia dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar siswa.
Hingga berita ini disusun, tanggapan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang terkait status rehabilitasi ruang kelas dan tindak lanjut atas usulan yang disampaikan sekolah masih diupayakan. (Reggy)