
METROPOSTNews.com | Indramayu – Buruh Tani Desa Rancahan Blok pasah Kecamatan Gabuswetan Kabupaten Indramayu sangat Ceria di musim Tanam Pertama atau Musim rendeng Berbondong bondong Menggeluti Petakan sawah untuk menanam Padi
Seperti dikatakan oleh Darsinih selaku Ketua kelompok Buruh Tanam Padi Kegiatan Tanam Padi pada Petakan sawah Sudah Kami geluti sejak Remaja Sampai Sekarang , Ya Saya dan buruh tanam padi Desa Rancahan Masih bernapas Lega sebab tenaga tanam masih dibutuhkan masih belum di gantikan oleh mesin tanam padi oleh Pemilik Sawah sebab Mesin tanam Padi sudah banyak dibicarakan oleh pemilik sawah lalu Nasib buruh Tani akan di kemanakan ? Keluhnya
Masih menurut Darsinih Desakan Kuat untuk mesin tanam padi memang menjadi pembicaraan di kalangan Buruh Tani kalau hal itu terjadi tentunya Buruh Tani jelas akan tersisih dengan Sendirinya untuk itu Kami memohon Kepada Bupati Indramayu Nina Agustina agar memperhatikan Nasib Kami Sedangkan bila Buruh Tani diganti mesin tanam padi nggak Kebayang Nasib kami . .katanya
Senada juga disampaikan oleh Tarwati Ramainya Pembicaraan Mesin Tanam padi membuat gelisah para Buruh tandur (Tanam) memang sih Mesin Tanam Padi menjadi Efektif dan menghemat biaya Produksi tapi hal lainnya Butuh Tanam Padi jelas akan menjadi Pengaguran lalu siapa yang akan memberi Nafkah .
Sementara itu Ketua DPD Topan RI Kabupaten Indramayu Dedi Harsono angkat bicara Terkait akan di operasikan Mesin Tanam padi ” Sebaiknya Mesin Tanam Padi di gunakan di Luar Pulau Jawa Seperti Kalimantan Sumatera Pemilik sawahnya luas arealnya Kalau di operasikan di Kabupaten Indramayu Contoh Disamping Pemilik Sawah Luas arealnya masih Sedikit belum Lagi Buruh Tanam Padi Setiap Desa cukup banyak tenaga Buruhnya ” , Jelasnya
(Otong)
