
METROPOSTNews.com | KAB.SUKABUMI – Warga Dusun Warungwaru, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi heboh, dengan adanya temuan jasad pria yang mengambang di Pantai Batulayam atau Pantai Batu Panganten dekat Villa Assabaland Ujunggenteng, Rabu (26/1/202) sekitar pukul 12.00 WIB.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh saksi Suhud, warga Kampung Warung Jati, RT 59/13, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap. Demikian dijelaskan Humas SARDA Pos Ciracap Noyief Naretsya. “Saat itu, saksi Suhud sedang menangkap ikan di laut” paparnya.
“Korban diketahui bernama Irfan Maulana (35) warga Kampung Cinagen 2 RT 01/01, Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Jasadnya ditemukan nelayan terombang-ambing gelombang laut,” kata Noyief, dikutip dari iNews.
Saat itu saksi langsung melaporkan penemuan jasad tersebut kepada warga dan berkoordinasi dengan muspika serta tim evakuasi. “Saat itu, saksi Suhud melihat korban mengambang dengan posisi tertelungkup di perairan Pantai Batu Panganten” demikian dikatakan Noyief.
Saat itu tanpa menunggu lama, petugas gabungan terdiri dari Muspika Kecamatan Ciracap dan Tim SAR gabungan dari Satpolair Palabuhanratu, Posmat TNI AL Ujunggenteng, Koramil Surade, Polsek Surade, SARDA, Basarnas dan relawan, langsung melakukan upaya evakuasi jenazah.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama, akhirnya Tim Rescue Pos SARDA Ciracap bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi korban sekitar pukul 17.56 WIB dan selanjutnya korban dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan,” kata Yonief.
“Proses evakuasi terkendala cuaca buruk, ombak besar, dan angin kencang. Ketinggian gelombang ada sekitar 2 sampai 4 meter” tambahnya.
Kuat dugaan korban bernama Irfan Maulana yang ditemukan mengambang di pantai Batulayam atau pantai Batu Panganten dekat Villa Assabaland Ujunggenteng adalah korban bunuh diri.
Demikian dijelaskan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Ciracap Dadang.
“Kuat dugaan korban tenggelam hingga tewas ini, karena bunuh diri. Lantaran, sebelum ditemukan tewas, berdasarkan pengakuan keluarganya, korban sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp yang menyampaikan agar motor korban diambil dan korban menyampaikan bahwa dirinya akan pergi jauh dan tidak akan kembali lagi ke rumah,” kata Dadang.
Diinformasikan, saat petugas hendak melakukan proses evakuasi jasad korban, di bibir pantai terdapat motor Honda Beat, tas jaket, dan helm.
“Semua barang-barang dan motor itu merupakan milik korban. Di dalam tas itu pun juga ditemukan handphone yang digunakan korban untuk menghubungi pihak keluarganya, sebelum korban meninggal. Jadi, dugaan sementara korban ini mengakhiri hidupnya atau bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri di pantai tersebut,” ujar Dadang.***


