
Metropostnews.com – Derau HC dinamakan band tersebut demikian karena untuk membedakan dengan band bernama derau lainnya dengan genre dan hal lain seperti benda dan penggunaan nama derau lainnya.
Derau HC adalah
Unit Hardcore CrossOver dari Indonesia
Band ini cukup unik karena beranggotakan mereka yang bekerja dan berprofesi justru jauh dan bukan di bidang musik.
Mereka berangkat dari disiplin ilmu yang berbeda pula,ada yang bekerja di broadcast tv, ada yang di sekolah perkapalan, ada ahli IT dan manajemen di sebuah media komunikasi BUMN.
Mereka juga sebenarnya bukan orang baru di dunia musik indie dan underground semisal Vokalis Jonges yang besar di tahun 90an bersama Supersuck dan Jack Bowe thn 90an wara wiri manggung di Poster Cafe(RIP) bersama Underground Tower jg rekan band mereka spt Loozers, Toilet Sounds jugu RU Sucks dkk.
Mereka kumpul kembali untuk melepas kegelisahan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari hari dan melakukan setiap lagu dlm album secara hati hati, cukup rinci dan details seperti halnya musisi lain yang melakukannya secara serius. Disupport oleh Sound Engineer Mr.Ikul Sarden juga masukan dari Mr.Comin Konggo terciptalah karya sampai album ke 2 yang akan segera hadir.
“Kami melakukan hal bermusik bukan sekedar hobi tapi juga professional karena keringat, uang, darah juga air mata tercurah juga disini” demikian penuturan drummer mereka, intinya Totalitas walau mereka sampai saat ini masih mencoba menggandeng pihak pihak lain untuk mencetak album fisik baik CD /kaset
Dimana sejauh ini mereka sudah meluncurkan merchandise berupa kaos artwork dalam 2 versi dari album pertama mereka dimana artwork ide semua dari drummer namun dikerjakan eksklusif oleh septian maulana (vokalis band Mouthless, Siksa Kubur dan HellCrust).
Biografi Singkat mereka
Setahun sebelum pandemi Jan 2019 Kami terhubung
formasi pertama
Andre : vokal
Justin Patrick (USA) gitar
Tommy : gitar
Kiki : bass serta
Drum & perkusi : Jack Bowe
Tak lama pandemi datang Hanya kami bertiga yang bertahan dan tetap produktif disaat pandemi rilis album digital 2020.
Satu hits dari mini album pertama : Sytematic Bastard yang juga tampil di HCWW hardcore Seluruh dunia (Jerman).
Menurut penuturan basis Kiky dan Drummer Mereka Jack Bowe, Kami membuat Hardcore dan Crossover yang agak berbeda adalah dengan memasukkan unsur campuran Native Ethnical Indonesia dalam musik distorsi yang kami mainkan dan itu menjadi “keharusan” bagi kami di setiap rilis album juga vokal Opera /Choir dan hal hal yang tidak terlalu pakem dalam musik Crossover Hardcore.
Demikian dalam mini album pertama kami judul lagu “NSB Gayatri Mantram” kami menampilkan dengan fotografer hebat asal Bali yaitu Mr Gede Adhiputra untuk doa intro. Semoga berkenan di Ranah Musik Indonesia dan mereka berharap bisa diterima juga secara global dunia seperti para pendahulu musik keras.
Sejak 2021 formasi baru adalah
Jonges : Vokal
Kiki : Bass
Tommy : Gitar dan
Perkusi Drum : Jack Bowe
28 Mei 2022 sudah Rilis Single baru dan Video Klip
yang akan ada di album kedua. Dengan single “Teror on my Sunday” distribusi digital oleh label Earache record, Inggris.
Di album ke-2 mendatang kami juga menampilkan Mr Ade Himernio gitaris NoxaGrind, Mr Chaka Priambudi ( arranger komposer Lantun Orchestra, dan bassis untuk Monita Tahalea) dan riff etnik asli Indonesia juga disertakan.
Semua daftar putar dan Klip video tersedia.***


